Alpen Steel | Renewable Energy

~ Penyerangan Bersenjata Terhadap Presiden Timor Leste

 Timor Leste Dalam Bahaya
 
Harian Kompas dalam tajuknya menulis Timor Leste dalam bahaya merupakan asumsi sementara yang ditarik harian ini pasca penyerangan bersenjata terhadap presiden timor leste, Ramos Horta dan Perdana Menteri, Xanana Goesmao pagi Senin Subuh sebagai sebuah luapan letupas atas persoalan lebih pelik di engeri itu.

Krisis lebih besar tidak terjadi karena Horta dikabarkan selamat meski menderita luka tembakan di perut. Sementara Xanana, yang juga menjadi sasaran serangan kelompok militer pemberontak pimpinan Mayor Afredo Reinado, dinyatakan luput dari bahaya.

Reinado yang memiliki reputasi suka membangkang selama dua tahun terakhir tewas ditembak oleh pasukan keamanan di kediaman Horta. Kematian Reinado tidak dengan sendirinya membuat kekacauan di Timor Leste akan surut.

Tidak terbayangkan kalau Horta dan Xanana mengalami nasib fatal oleh serangan kaum pemberontak. Kekacauan dan krisis lebih besar dan rumit akan terjadi. Kondisi Timor Leste secara keseluruhan memang rapuh. Kehidupan sosial ekonomi sangat parah. Angka pengangguran di kalangan generasi muda sangat tinggi.

Kesumpekan dalam kehidupan sosial ekonomi memengaruhi panggung politik dan keamanan. Kerusuhan sosial sering terjadi sebagai komplikasi dari kemiskinan dan krisis ekonomi. Keadaan Timor Leste memang memprihatinkan. Negara dengan sekitar 800.000 penduduk itu dinilai gagal mengisi kemerdekaannya, sekurang-kurangnya sampai sekarang.

Kekecewaan dan frustrasi sosial memang melambung tinggi karena alam kemerdekaan dinilai tidak memberikan perubahan hidup, bahkan sebaliknya semakin menderita. Padahal, ketika berjuang melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, masyarakat Timor Leste membayangkan kehidupan sosial ekonomi, politik, dan keamanan menjadi lebih baik.

Namun, dalam kenyataannya setelah merdeka penuh tahun 2002, tantangan yang dihadapi justru terasa amat berat. Tanda-tanda perbaikan dan perubahan tidak kelihatan. Kesulitan bertambah lagi karena sejumlah negara, seperti Australia dan Portugal, yang dulu mendukung keras upaya Timor Leste melepaskan diri dari NKRI, sudah kurang peduli lagi terhadap nasib Timor Leste.

Isu Timor Leste pada tingkat global memang segera surut setelah negara itu merdeka tahun 2002. Persoalan Timor Leste terdesak ke belakang oleh berbagai isu besar dunia, seperti Perang Irak, kelaparan di Afrika, dan belakangan pemanasan global.

Percobaan pembunuhan terhadap Presiden Horta dan PM Xanana hanya semakin mempersulit upaya negara tetangga itu melakukan perbaikan kehidupan sosial politik, ekonomi, dan rekonsiliasi nasional. Masa depan Timor Leste pun tampak suram.

Sementara harian besar lainnya di tanah air lebih memilih tidak berkomentar, kecuali memaparkan fakta-fakta yang terjadi di Timor Leste dan memantau kesehatan presiden Ramos Horta di Darwin. harian nasional lebih meilih menyoroti masalah dalam negeri seperti pilkada, interpelasi BLBI. Ada kecenderungan kalau isyu serangan terhadap presiden Timor Leste dan perdana menterinya itu adalah masalah luar ngeri.
[Is/Kompas/Media Indonesia/Republika]
 
 
Kirim Komentar
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook