Alpen Steel | Renewable Energy

Juwono Menduga Asing Terlibat Insiden Papua

Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menduga ada keterlibatan lembaga swadaya masyarakat asing dalam berbagai insiden penembakan di Papua belakangan ini. Lembaga-lembaga itu, menurut dia, berkaitan dengan sejumlah perusahaan negara asing yang berharap bisa menggantikan peran PT Freeport karena menyangkut bisnis nasional yang strategis.

"Saya menduga (PT Freeport) diganggu asing karena setiap usaha yang kompetitif bidang industri material yang sangat memasar, seperti tembaga, selalu diguncang," kata Juwono di Jakarta kemarin. Dia tak menyebutkan secara spesifik negara pengganggu tersebut. Namun, salah satunya, ia menambahkan, "Dari negara tetangga sebelah selatan kita."

Dalam sepekan terakhir, serentetan penembakan terjadi di sekitar lokasi PT Freeport di Papua. Setidaknya tiga orang meregang nyawa, termasuk Drew Nicholas Grant Lakis, warga negara Australia. Di luar korban jiwa, sejumlah polisi juga terluka.

Hingga kemarin polisi belum berhasil mengungkap siapa pelaku penembakan tersebut. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga belum bersedia menanggapinya. "Soal itu, saya akan jelaskan dalam sesi khusus," kata Yudhoyono di kantor presiden kemarin.

Ihwal dugaan keterlibatan tentara dalam insiden di Papua, Juwono melanjutkan, dirinya tidak percaya. "Itu spekulasi saja," katanya. Hal senada disampaikan Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI Sagom Tamboen. Ia membantah adanya permainan militer dalam insiden di Papua seperti disinyalir Direktur Hubungan Eksternal Imparsial Poengky Indarti, seperti dimuat di Tempo, Rabu lalu.

"Pernyataan itu berdasarkan dugaan tanpa bukti-bukti yang konkret," kata Sagom kepada Tempo kemarin. "Tuduhan seperti itu bisa mengganggu hubungan harmonis yang terjalin baik selama ini antara TNI dan Polri serta antara TNI dan rakyat."

Menurut Usman Hamid, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, pernyataan Juwono hanya melebarkan isu dari tudingan keterlibatan Organisasi Papua Merdeka. "Pernyataan itu guna meredam potensi konflik internal aparat keamanan saja," kata dia lewat pesan pendek kepada Tempo semalam.

Kemarin sejumlah petinggi TNI-Polri di Timika, Papua, menggelar rapat tertutup di Hotel Papua Rimbo guna membahas serangkaian penembakan tersebut. Menurut sumber Tempo yang ikut rapat, salah satu agenda yang dibahas adalah antisipasi terhadap reaksi Australia jika pelaku penembakan tak pernah terungkap. "Kalau sampai terjadi reaksi di Australia, ini akan jadi persoalan antarnegara," kata sumber itu.

Secara terpisah, wakil juru bicara Kepolisian RI, Brigadir Jenderal Sulistyo Ishak, menyatakan Markas Besar Polri akan segera menggelar operasi penegakan hukum di Papua. Operasi tersebut berupa investigasi, pengejaran, dan penangkapan terhadap pelaku penyerangan. "Hari H-nya nanti akan ditetapkan," ujarnya saat dihubungi Tempo kemarin. Ihwal waktu pastinya, ia hanya menyatakan, "Tunggu saja."

Sumber.ARIS MAHFUD

           GUNANTO

           TJAHJONO

           CORNILA DESYANA

           TITIS SETIANINGTYAS

           SUTARTO

           DWI WIYANA

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook