Alpen Steel | Renewable Energy

Masihkah Papua (Diperjuangkan Menjadi) Bagian Indonesia?

Satu pencerahan tentang keberadaan Irian Jaya (sekarang disebut Papua Barat) saya dapat pertengahan tahun 90-an oleh kuliah terbuka Amien Rais. Selain memasarkan opini tentang suksesi yang menjadi masalah sensistif dan tidak ada yang berani membahasnya ketika itu, Amien Rais dalam sebuah kuliah terbuka di gelanggang mahasiswa kampus UGM (seingat saya dalam dialog Ramadhon), diungkap pula tentang terkurasnya kekayaan Irian Jaya oleh Amerika.

Data-data sekilas diungkap dan membuat banyak orang yang belum bisa mendapat akses terbuka seperti masa reformasi saat ini menjadi ternganga. Betapa tidak bila bumi Irian yang mengandung banyak bahan tambang dan seharusnya milik bangsa Indonesia tetapi dikeruk secara terang-terangan di depan mata oleh tangan asing, Amerika. Gunung-gunung hilang meninggalkan lubang raksasa karena isinya tembaga, emas, perak dan diduga juga mengandung uranium dibawa ke pemilik hak bernama kontrak karya. (Cobalah jalan-jalan dengan Google Earth dan akan melihat lubang-lubang menganga bekas gunung di Papua Barat).

Setelah sekian puluh tahun tambang itu dikeruk ternyata belum habis juga dan ditaksir masih puluhan tahun lagi baru habis. Barangkali habisnya bahan tambang itu setelah seluruh puncak Jayawijaya ikut terkeruk, padahal puncak itu satu-satunya gunung bersalju di Indonesia jadi bisa dibayangkan besar volumenya.

Kekayaan yang disedot Freeport untuk memperkaya bangsa Amerika itu sangat manis dan para pengeruk kekayaan Indonesia itu tidak akan sudi meninggalkan sumber tambag milyaran dollar itu. Pencerahan Amien Rais tersebut sudah saya duga sejak semula tidak akan mendapat dukungan politik dari luar negeri, alhasil beliau pun tidak akan jadi presiden karena membuat khawatir para bangsa penhisap kekayaan Indonesia. Terbukti SBY yang lemah dan tidak tegas yang dijagokan dan muklus jalannya menjadi presiden.

Jangan kaget bila sekarang para anggota konggres Amerika menyurati SBY untuk melepas 2 orang anggota OPM. Ancaman atas nama HAM dan menakut-nakuti Indonesia bahwa Papua akan lepas dari NKRI bila berbuat macam-macam. Setiap ada kebijakan yang menyinggung untuk menarik kontrak karya di Papua maka selalu ada manuver politik dari Amerika.

Bila kemarin ada kerusuhan lagi di Wamena bukan salah aparat kemananan Indonesia yang salah tetapi patut mencurigai keterlibatan agen-agen asing d dalamnya. Apalagi korban tewas tertembak berada jauh dari lokasi kekisruhan di Wamena itu.

Saatnya kita berjuang demi kedaulatan bangsa Indonesia. "Sedumuk bathuk senyari bumi, ditotohi pati" sebuah prinsip yang dipegang masyarakat Jawa dalam soal hak atas tanah (biarpun cuma sejengkal tetap harus dipertahankan sampai mati).

Elfarid - Sragen

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook