Alpen Steel | Renewable Energy

PERSIPURA Prestasi Itu Mengangkat Papua

Dikson (30) seharian gundah. Hingga hari yang dinanti tiba, warga Abepura di Jayapura, Papua, itu tak kunjung mendapatkan tiket menikmati jamuan Persipura Jayapura melayani Sriwijaya FC di Stadion Mandala. Yang lebih dinanti-nanti lagi, yaitu penyerahan piala juara Liga Super Indonesia 2008/2009.

Angela (26), istrinya, mengeluh karena seharian suaminya hanya bermain play station sambil mengomel. Harap maklum, sejak Persipura bertanding beberapa tahun lalu, suaminya tak pernah absen melewatkan kesempatan menyimak langsung tim kesayangnnya berlaga di kandang.

Tanpa disangka, Rabu (10/6) pagi kemarin, Dikson mendapatkan tiket gratis dari temannya. ”Kawan, saya utang nyawa ni,” tulis Dikson dalam pesan pendeknya melalui telepon seluler.

Mencari tiket pertandingan yang sekaligus pesta kemenangan Persipura menjadi juara Liga Super bisa diibaratkan mencari jarum di antara tumpukan jerami. Jika ada, itu pun harganya telah melangit. Tiket yang biasa dijual Rp 25.000 dijual para ”calo” melonjak hingga menembus Rp 100.000 lebih.

Bagi masyarakat Papua, kemenangan Persipura sangat bermakna. Lihat saja di depan makam tokoh Papua, Theys, yang berada di depan Bandar Udara Sentani, terpampang sanjungan bagi Persipura yang dianggap ”Pasukan Malaikat”.

Persipura seperti tetes hujan pertama setelah kemarau panjang. Tim Mutiara Hitam dinilai sebagai kebanggaan orang Papua di saat otonomi khusus Papua tak kunjung membawa kesejahteraan warga di ujung timur Indonesia ini.

”Kemenangan Persipura ini mengangkat derajat kami orang Papua,” ujar Markus Haluk, Ketua Aliansi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua, di Jayapura kemarin.

Pernyataan Haluk itu seolah-olah ingin menegaskan bahwa Papua boleh ketinggalan dari segi infrastruktur dibanding provinsi-provinsi lainnya di Tanah Air, terutama di Pulau Jawa. Namun, dalam urusan cabang olahraga yang ”digilai” hampir seluruh penduduk negeri ini, Papua harus diperhitungkan.

Saking bahagianya atas kemenangan Persipura, para pemainnya yang non-Papua serta pelatih Jacksen F Tiago dianugerahi gelar sebagai anak adat di wilayah kesukuan Jayapura Port Numbay. Jackson mendapatkan nama adat Kamuki.

Euforia kemenangan Persipura ini menggelora dari Puncak Arfak hingga Pegunungan Jayawijaya, dari Teluk Cenderawasih hingga Laut Aru. Kapal-kapal Pelni yang menjadi andalan kaum ekonomi menengah warga Papua menyeberang antarkota penuh dipadati muda-mudi penggila Persipura dari Sorong, Manokwari, Nabire, Biak, dan Serui menuju Jayapura.

Ini membuat kapasitas stadion Mandala yang hanya 15.000 tempat duduk dipaksakan menampung sekitar 21.000 penonton. Mereka yang tak kebagian tempat duduk rela berdiri di tempat-tempat kosong termasuk pinggir lapangan yang dipagari aparat kepolisian.

Gol Albeto Gonsalves (menit ke-23), Ernes Jeremiah (menit ke-37), dan dua gol Boaz Solossa (menit ke-65 dan ke-72) membuat stadion bergemuruh karena histeria penonton. Kembang api dan berbagai petasan pun dinyalakan liar oleh para Persipura Mania yang tak kuasa menahan letupan kegembiraan.

Setelah Boas ditetapkan Direktur BLI Andi Darussalam sebagai pemain terbaik, kini masyarakat penggila Persipura menunggu kabar untuk makin menyempurnakan kemenangan Persipura. Mereka mengharapkan koleksi gol Boaz yang mencapai 28 gol mampu membuatnya menjadi top scorer di liga super kali ini.

Didorong oleh tekad untuk tidak membuat anak-anak Papua dipandang sebelah mata dalam kancah sepak bola nasional, Persipura berobsesi mengawinkan dua mahkota supremasi sepak bola nasional: Liga Super dan Copa Dji Sam Soe.

Jacksen F Tiago, pelatih asing asal Brasil itu, terbilang paling sukses di kancah sepak bola Tanah Air, dari awal mematok target memboyong piala Copa ke Papua. Akankah dua piala itu dapat didudukkan bersanding di provinsi ujung timur Tanah Air? Kita lihat saja nanti.

(Ichwan Susanto)

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook