Alpen Steel | Renewable Energy

~ Suasana Mencekam di Poso

Poso Kembali Memanas, Lima Orang Tewas

Suasana Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), kembali memanas dengan peristiwa tewasnya lima warga korban serangan kelompok tak dikenal di Desa Sepe-Silanca, Kecamatan Lage -sekitar 12 km arah timur Poso Kota menuju arah Kabupaten Banggai, Senin (12/8) malam. Akibat lain serangan tersebut, dua orang lainnya dilaporkan terluka parah.

Seluruh korban kini dievakuasi ke wilayah Tentena, Kecamatan Pamona Utara. Kondisi Poso dilaporkan tetap mencekam, masyarakat mulai membarikade jalan dan memeriksa setiap kendaraan yang melintas sepanjang Trans Sulawesi yang menghubungkan Kota Palu, Kabupaten Banggai, dan wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

 Wakil Kepala Polres Poso Komisaris Yusman Jaya yang dihubungi Selasa kemarin malam memaparkan, kejadian tersebut berlangsung ketika sekitar 100-an orang tak dikenal menyerang perumahan penduduk di Desa Sepe-Silanca, Kecamatan Lage.

Mereka membakar rumah penduduk sembari memberondong dengan tembakan. Serangan terjadi mulai pukul 19.00 sampai dengan 22.30. Akibat serangan ini, lima penduduk tewas dan dua lainnya terluka parah dan semuanya telah dievakuasi ke Rumah Sakit Gereja Kristen Sulawesi Tengah (RS GKST) di Tentena -sekitar 40 km dari lokasi kejadian. Seluruh data korban sampai berita ini diturunkan belum diperoleh Polres Poso karena akses yang terhambat dari Poso ke Tentena.

 Di Jakarta, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Jusuf Kalla saat ditemui Selasa kemarin mengakui terjadinya kerusuhan di Poso dan sekitarnya. Dia pun mengakui adanya lima korban tewas setelah mendapat laporan langsung dari Poso.

Untuk meredakan situasi di Poso dan sekitarnya, jelas Kalla, pemerintah berencana menambah pasukan TNI/Polri yang akan dikirim dalam waktu dekat. Namun demikian, ia tidak menyebut jumlah personel dan kapan penambahan personel itu akan diterjunkan. "Penambahan personel pasti dilakukan, mereka akan dikirim dalam waktu dekat ini," katanya.

Sehari sebelumnya Panglima Kodam VII Wirabuana Mayjen Amirul Isnaeni menegaskan, aparat keamanan tidak akan ragu melakukan tembak langsung di tempat bagi warga sipil yang membawa senjata tajam dan senjata api, yang bisa membahayakan penduduk sipil lainnya. Tembak di tempat berlaku pula bagi siapa pun yang melakukan kerusuhan.

 Jusuf Kalla mengungkapkan, untuk meredam situasi yang mencekam di Poso dan sekitarnya sesegera mungkin, tidak ada jalan selain aparat keamanan harus bertindak lebih tegas terhadap pelaku kerusuhan, tanpa harus membedakan siapa-siapa orangnya karena setiap perusuh, pengacau atau pembunuh, harus dianggap sebagai musuh bersama. "Aparat keamanan mungkin akan lebih tegas bertindak, bahkan lebih keras dibanding yang selama ini dilakukan di Ambon," ujarnya.

 Diblokir

 Yusman Jaya menyatakan, sejauh ini polisi masih kesulitan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Masyarakat telanjur membarikade jalanan dan memeriksa secara ketat setiap pelintas, termasuk aparat keamanan. Informasi lain yang dihimpun Kompas juga menyebutkan bahwa pemblokiran lainnya telah dilakukan di wilayah Watuawu, Kecamatan Lage dan Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir.

 Penyerangan oleh kelompok tak dikenal yang mendadak itu mengejutkan warga yang berada di rumah tinggal sementara (RTS). Mereka menyerang warga dan membakar rumah-rumah tinggal sementara. Di Tongko, sekitar 40 RTS habis terbakar. Sementara di Pandiri 20 RTS, di Malitu 21 RTS dan di Rononuncu 17 RTS, habis terbakar. Di desa lainnya, informasi lengkap belum dapat diterima mengingat desa tersebut agak sulit dijangkau dan situasinya sangat rawan.

 Selepas kejadian tersebut, Kepala Polda Sulawesi Tengah Brigjen (Polisi) Zainal Abidin Ishak dilaporkan langsung melakukan koordinasi pengamanan bersama Kepala Polres Poso Ajun Komisaris Besar Unggung Cahyono. (pep/ren/dik/lam)

Kompas Cyber Media

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook