Pohon Kelapa di Sulawesi Utara Tidak Produktif Lagi

 

 

DPRD Sulawesi Utara (Sulut) mengharapkan ada langkah pemerintah daerah meremajakan kembali tanaman kelapa. "Banyaknya masalah dialami petani kelapa menyebabkan tingkat produksi menurun, padahal Sulut sangat dikenal dengan tanaman bernilai ekonomis tersebut," kata anggota DPRD Sulut, James Sumendap, di Manado.

Penyebaran penyakit busuk pucuk yang tidak bisa ditangani dengan baik menyebabkan ribuan hektar tanaman kelapa rusak parah, terutama di Kabupaten Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, dan Bolmong. Selain itu, juga serangan hama sexava di Kabupaten Talaud dan Sangihe, serta beberapa lokasi lainnya di Sulut.

Selain penyakit busuk pucuk dan hama sexava, kondisi tanaman kelapa di Sulut ternyata sebanyak 35 persen atau sekitar 93.450 hektar tidak produktif lagi, baik sudah termakan usia di atas 70 tahun, maupun sebaran hama tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perkebunan Sulut Jeffry Rumbayan mengatakan, pihaknya sudah melakukan program peremajaan kelapa seluas 1.600 hektar pada tahun 2009 guna menggantikan tanaman, baik yang sudah tua, maupun yang rusak akibat terserang busuk pucuk. Menurut dia, serangan busuk pucuk telah menyebabkan kerusakan yang cukup luas terhadap tanaman kelapa Sulut. Untuk itu, akan dilakukan peremajaan 1.000 hektar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, sedangkan 600 hektar dari APBD.(*)

MANADO, TRIBUN.

Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum