Alpen Steel | Renewable Energy

Jalur Trans-Sulawesi Terus Dibersihkan

Jawa Barat Waspadai Daerah Bagian Selatan
Hingga Jumat (2/1) kemarin jalur trans-Sulawesi belum bebas dari material longsoran. Semalam petugas masih membersihkan badan jalan yang tertutup pohon tumbang, yakni di kawasan Kebun Kopi, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Kendaraan dari dan menuju Palu terjebak dalam antrean panjang. Informasi yang diperoleh dari beberapa pengendara yang berhasil keluar dari kemacetan kemarin sore, penumpang kendaraan umum terpaksa berjalan kaki dan berganti kendaraan untuk keluar dari kawasan Kebun Kopi.

Sementara itu, pengendara sepeda motor harus bersusah payah melewati genangan air, tanah becek, dan pohon tumbang akibat longsor sepanjang 20 kilometer yang terjadi dua hari lalu itu.

”Sejak semalam kami terjebak di Kebun Kopi dan baru siang tadi (kemarin siang) bisa keluar. Itu pun kami terpaksa berjalan kaki dan berganti kendaraan karena mobil yang kami tumpangi sama sekali tidak bisa jalan, terjebak macet,” kata Tina (28), yang bersama lima rekannya terjebak macet dalam perjalanan dari Parigi Moutong menuju Palu.

Akibat panjangnya antrean kendaraan di trans-Sulawesi itu, penumpang dari arah Palu yang menuju Parigi, atau sebaliknya, dan daerah sekitarnya berganti kendaraan di sekitar kawasan longsor.

Selama dua hari terakhir ini, petugas dari Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah bekerja siang malam membersihkan tanah becek dan menyingkirkan pohon tumbang yang menutupi jalan. Sejumlah alat berat memang telah disiagakan di lokasi rawan longsor di Kebun Kopi tersebut.

Andalan

Kebun Kopi, yang terletak sekitar 40 kilometer timur Palu, merupakan daerah pegunungan. Jalan di wilayah itu berkelok-kelok dengan tebing di sisi jalan. Tanah labil di tebing yang berada di atas badan jalan kerap longsor dan menumbangkan pohon-pohon, terutama bila curah hujan tinggi dan berlangsung berhari-hari, seperti Kamis lalu.

Selama ini jalur trans-Sulawesi, yang menghubungkan Palu dengan Manado (Sulawesi Utara), Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, termasuk sejumlah kabupaten di Sulawesi Tengah, itu sangat diandalkan masyarakat.

Masih terkait longsor, di Bandung, Jawa Barat, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono kemarin mengingatkan, daerah rawan longsor di Jawa Barat bagian selatan perlu terus dodiwaspadai. Sebab, curah hujan di awal tahun ini diperkirakan tetap tinggi.

”Curah hujan yang tinggi di daerah itu bisa memicu pergerakan tanah labil yang banyak ditemui di sana,” ujarnya.

Menurut catatan Kompas, selama tahun lalu, hingga akhir November, terjadi 51 longsor di Jawa Barat dengan 27 orang tewas. Korban terbanyak tercatat di Cianjur, 13 orang.

Desember 2008, longsor antara lain terjadi di Sindangkerta dan Rongga (Kabupaten Bandung Barat), Citangtu (Kabupaten Kuningan), dan Cigalontang (Kabupaten Tasikmalaya).

(Ren/Che)

Sumber: cetak.kompas.

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook