Alpen Steel | Renewable Energy

Disesalkan, Tender Pengadaan Buku Masih Ditangani Depdiknas

Gubernur Sulawesi Tenggara La Ode Kaimoeddin amat menyesalkan sikap oknum-oknum pejabat di Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) yang memaksakan pelaksanaan tender proyek pengadaan buku-buku paket untuk murid dan guru agar dilakukan di pusat. Padahal, ketentuan baru menyebutkan bahwa tender adalah kewenangan masing-masing daerah.

"Ini semua merupakan bukti nyata bahwa pemerintah pusat masih kurang menghargai atau kurang rela dengan pelaksanaan otonomi daerah," kata Kaimoeddin dalam perbincangan dengan wartawan di sela-sela kunjungan kerjanya ke Kabupaten Kolaka, Senin (23/4).

Menurut Kaimoeddin, tahun 2001 Depdiknas mengalokasikan dana APBN sekitar Rp 4,8 milyar untuk pengadaan buku pokok pelajaran sebanyak 500.000 eksemplar-mulai dari tingkat SD sampai SLTA-di Sulawesi Tenggara. Namun, ketika proyek ini akan dilaksanakan, dengan berbagai alasan muncul permintaan dari Depdiknas pusat agar tender pengadaan buku-buku yang bernilai lebih Rp 100 milyar untuk seluruh Indonesia itu dilaksanakan terpusat di Jakarta.

Padahal, berdasarkan ketentuan, tender proyek seperti itu harus dilaksanakan di masing-masing daerah karena pimpinan proyek dan panitia tendernya telah ditetapkan oleh Gubernur. "Apalagi SKO (Surat Keputusan Otorisasi) anggaran dari Dirjen Anggaran Depkeu telah diturunkan ke Kanwil Anggaran masing-masing daerah," tambahnya.

Oleh karena itu, kata Kaimoeddin, pihaknya menolak permintaan Depdiknas untuk melaksanakan tender di pusat. Kalau Depdiknas bersikeras dengan permintaannya, maka Gubernur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) setempat akan melaksanakan tender sendiri untuk merealisasi pengadaan buku tersebut.

"Kami sudah berkomitmen dengan Kanwil Ditjen Anggaran Sulawesi Tenggara bahwa dana proyek itu tidak akan dicairkan bila proses administrasinya dilakukan di pusat alias tidak prosedural," ujarnya.

Kepala Dinas P dan K Sulawesi Tenggara Drs Rahimin Katjong MEd pada kesempatan terpisah membenarkan hal itu dengan mengatakan, "Proyek ini sebenarnya telah tiga tahun tertunda-tunda sehingga diharapkan pusat dapat memperlancar proses administrasi agar proyek ini dapat segera direalisasikan."

Hampir semua sekolah di daerah ini amat kekurangan buku-buku pokok pelajaran, sementara perpustakaan umum juga tidak menyediakan buku-buku tersebut. Hal ini tentu amat mempengaruhi kualitas anak didik karena tidak cukupnya bahan bacaan, baik untuk guru maupun untuk anak didik.

Antara/yas)

Kendari, Kompas
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook