Alpen Steel | Renewable Energy

Sulawesi Targetkan 5 Juta Ton Jagung

Ketua Dewan Jagung Nasional Fadel Muhammad mengatakan, pihaknya akan berupaya meningkatkan produksi jagung di enam provinsi Pulau Sulawesi menjadi lima juta ton per tahun.

"Saat ini total produksi baru sekitar 2,5 juta ton, sementara luas lahan mencapai lima juta hektar," kata Fadel yang juga Gubernur Gorontalo itu, seusai melepas Kapal MV Kent yang membawa 1.800 ton jagung ekspor Gorontalo ke Filipina, Kamis (26/2).

Menurut Fadel, target peningkatan produksi itu perlu dilakukan sebab kebutuhan jagung internasional semakin lama semakin meningkat.

Ia mencontohkan, kebutuhan jagung Malaysia mencapai tiga juta ton per tahun, Filipina mengimpor dua juta ton per tahun, sementara Korea membutuhkan sekitar 12,5 juta ton per tahun.  

"Malaysia menggunakan jagung untuk pakan ternak, sementara Filipina dan Korea, selain untuk pakan ternak, juga sebagai bahan baku pembuatan industri bir yang mereka miliki," ujarnya.

Fadel mengatakan, ekspor jagung terbesar untuk kebutuhan internasional berasal dari Amerika dan Argentina.

Lebih lanjut dijelaskannya, saat ini kontribusi jagung Sulawesi Selatan (Sulsel) sebanyak 1,5 juta ton per tahun sehingga menjadi terbesar di Sulawesi pada tahun 2008. Ia memprediksi, jumlah itu masih bisa ditingkatkan menjadi tiga juta ton mengingat luasnya lahan tanam di Sulsel.

Gorontalo dengan produksi 800.000 ton berada di urutan kedua, bersama produksi empat provinsi lain sehingga total mencapai 2,5 juta ton. Menurut Fadel, Gorontalo sendiri akan menargetkan peningkatan produksi hingga mencapai sekitar 1 juta ton pada tahun 2009 ini. 

Jual-tanam-petik-olah

Akan tetapi, untuk peningkatan produksi jagung Sulawesi serta Gorontalo perlu didahului dengan diketahuinya pangsa pasar yang jelas. Oleh karena itu, konsep Jual-Tanam-Petik-Olah akan diterapkan dengan harapan agar sebelum petani melakukan penanaman, para eksportir telah mengetahui negara mana saja yang telah memesan komoditas tersebut.

"Ada sinkronisasi antara produksi petani dan negara pemesan pada awal proses, sehingga kita terhindar dari kekhawatiran penumpukan atau tidak terjual," katanya.

Konsep itu merupakan kebalikan dari konsep pertanian yang telah dikembangkan mantan Gubernur Sulsel Amiruddin dengan Tanam-Petik-Olah-Jual.


MSH
Sumber : Antara
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook