Alpen Steel | Renewable Energy

~ Kunjungan Kerja Mennegristek ke Usaha Peternakan Sapi

Kunjungan Kerja Mennegristek ke Usaha Peternakan Sapi di Jawa Barat

Melanjutkan kegiatan Safari ke usaha peternakan yang telah dilakukan (Jatim, Sulsel), Kamis (25/6)  Mennegristek, Kusmayanto Kadiman, melakukan kunjungan kerja ke beberapa usaha peternakan kecil dan menengah di Jawa Barat. Kunjungan kerja dimaksudkan untuk  melihat dari dekat perkembangan usaha dan penerapan teknologi peternakan sapi,  mengetahui permasalahan yang dihadapi pelaku usaha peternakan sapi serta mencari solusi (teknologi dan non teknologi) untuk mendukung terwujudnya swasembada daging sapi.  Dalam kunjungan tersebut Mennegristek didampingi Plt. Asisten Deputi Urusan Perkembangan Ilmu Hayati, Wayan Budiastra  dan Totti Tjiptosumirat (peneliti peternakan BATAN).

Tiga usaha peternakan menjadi obyek kunjungan yaitu  Unit Usaha Peternakan Sapi (Program Farm Stay) Fakultas Peternakan UNPAD Jatinangor, Unit Usaha Peternakan sapi Cupu Mandiri (Program Sarjana Membangun Desa (SMD)), Sumedang dan Perusahaan peternakan Sapi dan domba PT Citra Agro Buana Semesta (CABS), Garut.

Dalam kunjungan ke unit usaha peternakan Fakultas Peternakan Unpad yang berkapasitas 300 ekor sapi, Mennegristek mengapresiasi program Farm Stay yang digagas UNPAD ini.   Program ini memberikan pengalaman berwirausaha kepada mahasiswa peternakan yang  tergabung dalam Cattle Buffalo Club sehingga memberikan nilai tambah bagi lulusannya.  Program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan wirasusahawan baru di bidang peternakan yang pada gilirannya mendukung pembangunan peternakan sapi di Indonesia.  Menanggapi permintaan bantuan untuk peningkatan usaha baik dalam volume maupun jenis usaha peternakan, Kusmayanto Kadiman mengarahkan UNPAD untuk memanfaatkan program insentif KNRT dan kredit usaha peternakan dari perbankan serta meningkatkan kerjasama dengan lembaga lainnya (ITB).

Dalam lawatan ke usaha peternakan Cupu Mandiri, Mennegristek terkesan dengan keseriusan dan keuletan  pengelola program SMD, Hafid,   dalam membina kelompok peternak sapi.  Dengan mendapat hibah dari pemerintah sebesar 360 juta, Hafid dan kelompoknya memulai usaha dengan 12 ekor sapi betina

(perbibitan) dan 25 ekor sapi jantan (penggemukan). Dengan memanfaatkan pengetahuan (kearifan) lokal dan teknologi perbibitan modern (Inseminasi Buatan dan Transfer Embrio), usaha peternakan  ini semakin berkembang.  Program SMD digagas dan diluncurkan Deptan cq. Ditjen Peternakan dengan tujuan meningkatkan peran sarjana peternakan untuk mendukung pembangunan peternakan  di daerah. Hingga tahun ke -2 ini telah terbentuk lebih kurang 200 SMD di seluruh Indonesia.

Masalah utama yang dihadapi oleh program SMD ini adalah kerugian usaha akibat pelaksanaan kegiatan merujuk pada aturan DIPA pemerintah yang waktu pengadaan/program sangat pendek dan tidak memperhitungkan  aspek bisnis (a.l. ketersediaan/demand-suppy sapi) sehingga   pengelola SMD harus membeli sapi dengan  harga yang mahal. Fleksibilitas waktu pengadaan dengan memperhatikan ketersediaan sapi dengan harga yang wajar merupakan salah satu solusi untuk lebih menjamin keberhasilan program SMD ini. Disamping itu, upaya pengawasan dan bimbingan teknologi perlu diintensifkan  oleh instansi terkait.

Di lahan PT. CABS yang luas milik pengusaha pribumi Yudi Guntara, Mennegristek menyaksikan proses pembuatan konsentrat berbahan baku lokal dan hasil samping pabrik pengolahan (onggok, gaplek, pollard bran, tetes tebu, kopra) dengan mesin produksi rancangan sendiri, penggemukan sapi Brahman Australia (5700 ekor) dengan pemberian pakan secara mekanisasi, penggemukan sapi lokal (256 ekor), perbibitan sapi perah Frisian Holstein (FH) teradaptasi sebagai bibit induk (70 ekor), perbibitan domba garut dan unit

pengolahan kotoran ternak. Unit perbibitan dan penggemukan sapi – domba berjalan baik ditopang dengan ketersediaan pakan yang ekonomis dari pabrik sendiri. Namun, kotoran ternak sapi  di PT CABS belum diolah menjadi biogas atau pupuk organik dan hanya ditampung dalam 

kolampenampungan.Mennegristekmenyarankan agar kotoran ternak dimanfaatkan menjadi biogas-energi listrik sehingga dapat mengurangi biaya operasional energi PT CABS sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan dan pemanasan global.

Pada akhir kunjungan, Mennegristek memandu diskusi menarik tentang “Peningkatan Usaha Peternakan dari Segala Sisi” dengan 4 pembicara : Yudi Guntara, Dedi (ahli domba), Hafid (pengelola SMD Cupu Mandiri), dan ustad Aceng (pengelola Pesantren PERSIS Ranca Bango Garut). Diskusi dihadiri oleh semua pihak yang

terlibat dalam kunjungan tersebut; pengelola SMD,  mahasiswa dan dosen peternakan UNPAD, pengusaha peternakan, peneliti Puslitbang Ternak Deptan, Staf Dinas Peternakan Provinsi dan Pengurus Organisasi Peternakan.

Di akhir diskusi,  Mennegristek menekankan kembali beberapa hal yang terungkap dalam diskusi yang perlu ditindaklanjuti semua pihak dalam  upaya meningkatkan usaha peternakan dan mewujudkan swasembada daging sapi, yaitu:

1. Pengembangan usaha peternakan dimulai dari itikad  yang baik (“saepikiran”) dan dilaksanakan
benar.
2. Peningkatan interaksi dan kerjasama yang lebih intensif inter-antar unsur ABG peternakan
(Akademisi, Bisnis dan Pemerintah) untuk mempercepat pertumbuhan usaha peternawwkan.
3. Penerapan teknologi (baik dari perguruan tinggi maupun lembaga penelitian) disesuaikan dengan
kebutuhan pelaku usaha (“sapikiran”) sehingga teknologi dapat berperan meningkatkan
pertumbuhan  usaha peternakan sapi.

4. Pelestarian plasma nutfah ternak, seperti domba Garut, sapi Bali sebagai kekayaan genetik lokal
yang unggul dan pemanfaatannya secara bijak  bagi kepentingan nasional.
5. Perubahan persepsi dan keberpihakan perbankan terhadap usulan-usulan kredit peternakan
sehingga bisnis peternakan sapi dapat lebih  berkembang.

Sumber  Menegristek

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook