Alpen Steel | Renewable Energy

~ Teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel

Advertisement
 Workshop Gasifikasi Batubara untuk PLTD
 
 

Keberadaan sumber daya batubara kita potensinya cukup besar mencapai sekitar 93 miliar ton, harga relatif murah dibandingkan dengan minyak bumi/BBM, dan keuntungan lain yang bersifat teknis maupun non teknis, telah memporsikan batubara ke dalam sumber energi yang terus kita kembangkan pemanfaatnnya, untuk itu tujuan

diadakannya workshop ini adalah untuk mensosialisasikan dan diseminasi teknologi pemanfaatan batubara menjadi gas. Salah satu teknologi pemanfaatan batubara dalam bentuk gas ini adalah dengan cara gasifikasi batubara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) sistem ”dual fuel”. Pilot plant telah dibangun di Palimanan kerjasama antara Puslitbang TekMIRA, PT. PLN dan PT. Coal Gas Indonesia. Program ini tujuannya adalah untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (solar) terutama untuk PLTD milik PT. PLN, yang pada akhirnya dapat menekan biaya produksi listrik sekaligus mengurangi beban subsidi pemerintah demikian diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Energi Sumberdaya Mineral dan Kehutanan dalam sambutannya pada acara workshop gasifikasi batubara untuk PLTD di Hotel Santika Cirebon, 10 November 2008.

Workshop gasifikasi batubara untuk PLTD menghadirkan pembicara dari stakeholder terkait yaitu : (1) Direktur Pembinaan Program Ditjen Mineral Batubara dan Panas Bumi; (2) Kepala Pusat  penelitian Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara;(3) GM PT PLN Jasa Produksi; (4) General Manager PT Coal Gas Indonesia.

Acara ini dihadiri dari berbagai stakeholder yang terkait mengenai gasifikasi batubara seperti dari Dep. ESDM, Dep. Perindustrian, BKPM, Pemerintah Daerah, Industri, PT PLN,

Rumusan akhir dari workshop ini adalah :

1.         Dengan sumber daya batubara berjumlah 93,4 miliar ton,  cadangan sebesar 18,7 miliar ton serta  rata-rata tingkat produksi 200 juta ton pertahun, maka ”umur” tambang batubara Indonesia dapat mencapai lebih dari 150 tahun. Kondisi ini cukup aman untuk mendukung pembangunan berbagai industri berbasis batubara sebagai sumber energi dalam jangka panjang.

2.         Untuk memberi jaminan pasokan bagi industri di dalam negeri, baik secara kuantitas, kualitas maupun harga, pemerintah tengah merumuskan kebijakan “Domestic Market Obligation” dan Penetapan Harga Jual Batubara. Dengan adanya dua kebijakan ini, yang diperkirakan dapat selesai pada akhir tahun 2008, maka pengadaan batubara untuk kepentingan industri di dalam negeri, termasuk untuk proses gasifikasi, tidak akan mengalami hambatan berarti.

3.         Gasifikasi batubara adalah proses konversi batubara menjadi produk gas, yang dapat digunakan sebagai bahan bakar serta bahan baku berbagai jenis industri seperti indutri kimia, pupuk, BBM sintetis, dan gas alam sintetis.

4.         Teknologi gasifikasi batubara sudah berkembang dan tersedia di pasaran serta mampu menghasilkan produk yang memenuhi persyaratan untuk dipakai sebagai bahan bakar mesin pembakar internal (internal cumbustion engine) seperti Satuan Pembangkit Disel (SPD) melalui sistem “dual fuel”. Dengan penerapan teknologi gasifikasi batubara pada PLTD (membangkitkan mesin disel dengan sistem “dual fuel”), maka hasil akhir diyakini lebih efisien dalam penggunaan energi serta memberikan penghematan subsidi untuk solar. Di samping itu, penerapan teknologi gasifikasi batubara pada PLTD ternyata menghasilkan emisi dan kualitas lingkungan yang masih memenuhi persyaratan; demikian juga dengan limbah batubaranya yang dapat dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan batako (abu batubara) serta pengisi (filler) beton jalan dan campuran aspal buton (ter).

5.         Pemanfaatan proses gasifikasi batubara untuk PLTD milik PT. PLN dengan sistem “dual fuel” yang telah berhasil diuji coba dalam skala pilot di “Sentra Teknologi Pemanfaatan Batubara”, Palimanan, Cirebon, jika dikembangkan menjadi skala komersil, maka akan dapat menekan biaya operasional PT. PLN, mendiversifikasi energi primer, mengkonversi energi, serta tetap mendukung program “langit biru”. Konsep “dual fuel” itu sendiri hanya akan mengubah kontruksi pada skala minimal, dapat dioperasikan sebagai murni “diesel engine” dan “dual fuel engine” bergantian secara mudah, serta menggunakan sistem kontrol standar industri.

6.         Secara teknis, percobaan gasifikasi batubara dilakukan dengan menggunakan unit gasifikasi batubara berkapasitas 2,88 MMBtu perjam dan mesin disel kecepatan tinggi berkapasitas 250 kVA. Percobaan itu sendiri dilakukan dalam dua tahap, yaitu:

-          Pertama, tahap performance test: untuk mencari kondisi campuran solar dan gas batubara yang optimal untuk menjalankan mesin disel;

-          Kedua, tahap uji coba kontinyu (endurance test): untuk melihat pengaruh penggunaan campuran solar dan gas batubara terhadap kinerja mesin.

Hasilnya menunjukkan:                                                                 

Dari performance test terbukti bahwa campuran solar dan batubara terbukti mampu menjalankan mesin dengan baik, dan melalui sistem “dual fuel” peran gas batubara dapat menggantikan 60-70% pemakaian solar. Sementara endurance test memperlihatkan mesin berjalan baik dan lancar dalam 5 jam operasi  pada kondisi beban awal 25 kW.

Ditinjau dari aspek ekonomi, penggunaan gasifikasi batubara untuk PLTD melalui sistem “dual fuel” dapat mengurangi biaya produksi listrik antara 40-50%. Meskipun ada penambahan biaya untuk membeli batubara, tetapi biaya pengurangan pemakaian solar jauh lebih besar daripada biaya pengadaan batubara. Kondisi ini pada akhirnya akan mengurangi subsidi pemerintah untuk PT. PLN, yang jumlahnya bervariasi antara Rp.12,7 triliun (18,1%) sampai dengan Rp.25,4 triliun pertahun (36,2%), tergantung sampai seberapa banyak PT. PLN memanfaatkangasifikasi batubara pada PLTD-nya.

 

 Ditulis Oleh Administrator 

 

 
 
 
Pencarian
 
Berita Lain
INDEX BERITA LAIN
Artikel
INDEX ARTIKEL
Download
INDEX DOWNLOAD
  

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook