Alpen Steel | Renewable Energy

~ Kurangi impor BBM, Pertamina Siapkan Lahan 1.800 Ha untuk Kilang Baru

Jakarta - PT Pertamina (Persero) ingin segera merealisasikan rencana investasi pembangunan kilang baru guna mengurangi impor BBM yang selama ini menimbulkan isu negatif. Lahan 1.800 hektar (ha) disiapkan untuk investor dalam pembangunan kilang ini.

Direktur Pengolahan Pertamina Chrisna Damayanto mengatakan, saat ini Pertamina memang terus melakukan penjajakan kerjasama pembangunan kilang dengan investor dari Kuwait dan juga Saudi Aramco.

"Saat ini kerjasama ini dengan Kuwait dan Saudi Aramco belum kita putuskan. Tapi kalau mendadak mereka meminta lahan untuk kilang, kami siapkan lahan 1.800 hektar di dekat kilang LNG Bontang (Kalimantan Timur). Itu bisa dibangun dan tanahnya milik negara," tegas Chrisna kepada detikFinance, Rabu (20/6/2012).

Awalnya, Pertamina memang merencanakan pembangunan kilang di Balongan berkapasitas 300.000 barel per hari dengan Kuwait Petroleum Corporation dan di Tuban yang juga berkapasitas 300.000 barel per hari dengan Saudi Aramco Asia Company Limited. 

Saat ini pihak Pertamina sedang melakukan studi kelayakan untuk proyek pembangunan kilang dengan pihak Kuwait, yang kajiannya akan rampung pada Desember 2012. 

"Nanti setelahnya kita akan bahas dengan Menteri Keuangan apakah ada insentif untuk investor. Kita juga akan membicarakan kepada investor jika insentifnya nanti terbatas," kata Chrisna.

Pembangunan kilang baru ini menurut Chrisna sangat penting, terutama adalah untuk mengurangi ketergantungan impor BBM. Pembangunan kilang ini juga positif untuk perekonomian, karena bisa menambah lahan pekerjaan, lalu ada pertukaran teknologi, dan tentu saja menghemat devisa negara dari pengurangan impor BBM.

"Direksi berharap sesegera mungkin kilang bisa dibangun. Karena banyak isu-isu negatif terkait impor BBM. Pembangunan kilang baru memakan waktu dua sampai tiga tahun," tutur Chrisna.

Seperti diketahui, saat ini Pertamina memiliki 6 unit kilang dengan total kapasitas 1,031 juta barel per hari. Dari jumlah tersebut, 70% diolah menjadi BBM jenis premium, solar, avtur, dan minyak tanah. Sisanya, menjadi produk sampingan seperti aspal dan produk petrokimia.

Tahun ini, Pertamina mencatat penggunaan minyak mentah domestik lebih besar 2,2% dan impor minyak mentah lebih kecil 10% dibandingkan 2011.

http://finance.detik.com 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook