Alpen Steel | Renewable Energy

~ Empat Agenda Wamen ESDM

Jakarta-TAMBANG- Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengatakan, setidaknya ada empat agenda besar yang harus dilakukan kementrian ESDM untuk memperbaiki sektor yang menjadi tulang punggung bangsa ini. 

Mantan Deputi Pengendalian Operasi BP Migas ini mengatakan, tantangan sektor ESDM ini tidak kecil, tetapi ia berharap semoga tantangan ini menjadi pemciu semangatnya untuk bekerja lebih keras dan memberi kontribusi besar bagi kemajauan bangsa.

Agenda pertama menurutnya adalah dari sisi energy primer. Produksi minyak dalam negeri saaat ini terus mengalami penurunan, namun demikian, untuk gas, masih ada harapan untuk ditingkatkan, karena masih adanya proyek-proyek eksisting yang akan menghasilkan gas.

“Kapasitas kilang kita sangat terbtas, kalau ada kilang rusak maka sebagaian minyak yang kita produksi tidak akan bisa diolah di dalam negeri. Infrastruktur pipa untuk menyalurkan gas dari hulu ke hilirpun masih sangat terbatas, baik untuk konversi BBM ke BBG ataupun pipa untuk menghubungkan satu pulau ke pulau lain,” terangnya.

Agenda kedua yakni dari sisi energy non gas. Diversifikasi energy mutlak dilakukan sebab cadangan minyak Indonesia sangat terbtas, hanya 0,3 persen dari cadangan dunia dan gas hanya 1,7 persen dari cadangan dunia. Karena itu menurutnya, Indonesia harus mulai memanfaatkan sumber energi lain seperti matahri, batubara, biofuel bahkan juga energy nuklir.

Untuk panas bumi, guru besar perminyakan ITB ini memberi atensi khusus, karena sumber energinya memiliki keterbatasan jangkauan, maka prioritasnya adalah daerah penghasil panas bumi tersebut. “Kalau untuk batubara, selain bisa ditingkatkan penggunaan dalam negeri, dimungkinkan juga adanya konversi energy mulut tambang, sehingga daerah sekitar bisa menikmati energy listrik secara langusng,” ungkapnya.
Kemudian agenda berikutnya yakni pengelolaan mineral. Devisa Negara dari mineral,imbuhnya, masih sangat mungkin ditingkatkan. Langkah sederhana yakni melalui ekstrakasi mineral berkualitas tinggi yang dilepas di pasaran, disusul pembangunan infrastruktur pengolahan bijih sehingga menghasilkan bahan setengah jadi. 

“Yang juga harus menjadsi perhatian untuk ini (mineral) adalah penertiban berbagai hal, mulai dari penghitungan sumber daya yang ada, pajak, lingkungan hingga CSR dan pelestarian lingkungan,” tambahnya.

Yang terakhir adalah peningkatan elektrivikasi. Kebutuhan listrik masyarakat harus bisa menjangkau wilayah-wilayah pedalaman di Indonesia,pun demikian untuk harga optimum yang masih dijangkau masayarakat harus juga ditingkatkan. 

Tetapi, lanjutnya, efisiensi teknis dan bisnis tetap masih harus dilakukan sehingga biaya konversi listrik menjadi menurun dan biaya kepada masyarakat menjadi lebih ringan.[]

http://www.majalahtambang.com 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook