Alpen Steel | Renewable Energy

~ Proyek Konservasi Energi Belum Bankable

Palembang - Langkah pemerintah untuk melakukan konservasi energi menghadapi banyak kendala. Salah satu masalah yang dihadapi adalah dunia perbankan yang belum melirik proyek konservasi energi sebagai proyek menguntungkan.

Pertumbuhan konsumsi energi rata-rata 7 persen per tahun belum diimbangi dengan suplai energi yang cukup. Padahal masih banyak sumber energi yang bisa dikonservasi di dalam negeri. Oleh karena itu dibutuhkan sinergit lintas lembaga untuk dapat menekan penggunaan energi.

Kepala Sub Direktorat Tekno Ekonomi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM Arif Heru Kuncoro, mengatakan hal itu di sela-sela pembukaan Pekan Efisiensi Energi untuk wilayah Palembang dan sekitarnya. 

Arif menambahkan, konservasi energi belum terlalu dikenal di perbankan, sehingga untuk pembiayaan di proyek ini kurang diminati. “Proyek konservasi energi kebanyakan tidak langsung terlihat hasilnya. Biasanya perbankan itu membutuhkan proyek yang jelas,” katanya, Selasa, 14 Februari 2012. 

Indarti, Staf dari Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM mengatakan pentingnya upaya konservasi energi dengan peran serta seluruh pihak. “Khususnya pihak industri, yang secara nasional konsumsinya mencapai 40 persen dari total konsumsi energi.”

Pekan Efisiensi Energi di Palembang ini diselenggarakan dengan dukungan dari Pemerintah Denmark, dalam bentuk kerja sama antar-pemerintah melalui kegiatan Energy Efficiency in Industrial, Commercial and Public Sector (EINCOPS) serta International Finance Corporation (IFC). Roadshow Pekan Efisiensi Energi di Palembang merupakan kota kedelapan setelah Jakarta, Makassar, Bali, Batam, Semarang, Surabaya dan Banjarmasin dan selanjutnya sebagai penutup roadshow akan mengunjungi Medan. 

Melany Tedja, Co-Tem Leader Energy efficiency in Industries Commercial and Public Sector (EINCOPS) Kementerian Energi menambahkan, saat ini pihaknya tengah mendorong agar perbankan dapat memberikan akses pendanaan yang lebih mudah bagi dunia usaha yang akan membangun proyek konservasi energi. “akan diberikan fasilitas perpajakan, suku bunga rendah serta keringanan pajak daan bea masuk peralatan hemat energi,”

Data di Kementerian Energi menyebutkan tingginya laju konsumsi energi di Indonesia umumnya dan di Sumatera Selatan khususnya mengakibatkan ketimpangan antara laju pengurasan sumber daya fosil (minyak bumi, gas bumi, dan batubara) dengan kecepatan untuk menemukan cadangan baru. Sehingga diperkirakan dalam waktu yang tidak lama lagi cadangan energi fosil akan habis.

Akibatnya Indonesia akan semakin tergantung pada energi impor. Rasio cadangan minyak dan produksi di Indonesia saat ini sudah tinggal 23 tahun, sementara batu bara dan gas kurang dari 100 tahun. 

http://www.tempo.co 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook