Alpen Steel | Renewable Energy

~ Interkoneksi Listrik Antarpulau Dimulai

ASA

JAKARTA, KOMPAS.com (Evy Rachmawati) — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan menghubungkan sistem kelistrikan dari beberapa pulau yang ada di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau dengan menggunakan jaringan kabel laut tegangan menengah. Melalui program interkoneksi antarpulau itu, penggunaan bahan bakar minyak diharapkan bisa ditekan sekaligus meningkatkan rasio elektrifikasi.  

 

Menurut Direktur Operasi Indonesia Barat PT PLN Mochamad Harry Jaya Pahlawan kepada wartawan, Jumat (15/4/2011) di Jakarta, potensi penghematan pemakaian BBM jenis solar maupun marine fuel oil(MFO) dari program itu diperkirakan Rp 30 miliar per tahun.  

"Kami akan melakukan koneksi atau merangkaikan sistem kelistrikan dari beberapa pulau, baik yang ada di Provinsi Riau maupun pulau-pulau yang ada di Provinsi Kepulauan Riau," katanya. Program menghubungkan sistem kelistrikan antara pulau yang satu dan pulau yang lain itu dengan menggunakan jaringan kabel laut (submarine cable) tegangan menengah 20 kilovolt.  

Menurut Harry, total jaringan bawah laut yang akan dibangun pada 2011 adalah 14,5 kms. Untuk tahun 2012, perseroan itu berencana membangun jaringan dengan total 15,5 kms sehingga total akan dibangun 30 kms jaringan kabel bawal laut untuk program merangkai pulau.  

Untuk tahun ini, ada empat bagian dari program merangkai pulau itu, yakni Pulau Batam-Pulau Belakang Padang dengan panjang jaringan yang akan dibangun 3,5 kms dengan kebutuhan beban saat ini 1.136 kilowatt untuk 2.497 pelanggan. Saat ini sumber listrik Pulau Belakang Padang sepenuhnya dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel yang memakai BBM solar untuk memproduksi listrik.  

Jika koneksi Batam ke Belakang Padang terlaksana, penggunaan BBM pada PLTD di Pulau Belakang Padang akan dikurangi. Sebab, tenaga listrik akan disuplai dari Pulau Batam yang sebagian listriknya dibangkitkan dari pembangkit listrik tenaga gas sehingga jauh lebih murah biaya produksinya.  

Perseroan itu juga akan menghubungkan sistem kelistrikan Pulau Bintan-Pulau Penyengat dengan panjang jaringan yang akan dibangun 1,5 kms dan beban 240 kW per 532 pelanggan. Selama ini Pulau Penyengat sumber listriknya dari PLTD. Dengan terkoneksinya pulau itu dengan Pulau Bintan, PLTD yang saat ini berjalan akan dihentikan pengoperasiannya.  

Selain itu, PLN akan menghubungkan sistem kelistrikan Pulau Tanjung Balai Karimun dan Pulau Parit dengan panjang jaringan yang akan dibangun 3 kms dengan beban 225 kW per 311 pelanggan. Nantinya, PLTD yang ada di Pulau Parit akan dihentikan pengoperasiannya dan tenaga listrik akan dipasok dari Pulau Tanjung Karimun.  

Ketiga proyek itu berada di Provinsi Kepulauan Riau, kata Manajer Komunikasi Korporat PT PLN Bambang Dwiyanto. Selain itu, sistem kelistrikan di Pulau Rupat juga akan dikoneksikan dengan Kota Dumai, Provinsi Riau, dengan panjang jaringan yang akan dibangun 6,5 kms dan total beban 1.400 kW untuk 2.600 pelanggan.

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook