Alpen Steel | Renewable Energy

~ Kurang dari 10 Persen Hotel Ramah Lingkungan

Kurang dari 10 Persen Hotel Ramah Lingkungan

 

BANDUNG, Kompas (Dwi Bayu Radius) — Sangat sedikit hotel di Indonesia yang telah mendapatkan sertifikat ramah lingkungan atau kurang dari 10 persen. Cara pandang sebagian besar manajemen yang menganggap investasi mengubah hotelnya menjadi ramah lingkungan berbiaya mahal, harus diubah.

Anggota World Committee on Tourism Ethic I Gede Ardhika seusai Eco Hotel Rating System Workshop di Aston Bandung Hotel and Residence, Bandung, Rabu (11/2), mengatakan, jumlah hotel di Indonesia sekitar 20.000 hotel berbintang dan 100.000 hotel melati.

Sertifikat ramah lingkungan, misalnya Berlian dan Green Globe Certificate. Faktor-faktor penilaian untuk mendapatkan sertifikat berlian, misalnya, kehigienisan makanan serta minuman yang ketat, lingkungan bersih, dan perilaku sumber daya manusia.

Lembaga yang ditunjuk sementara ini untuk mengeluarkan sertifikat lokal tersebut adalah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Pada masa mendatang, kata Ardhika yang juga mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, lembaga itu harus independen.

Green Globe Certificate diberikan The Sustainable Tourism Cooperative Research Centre dengan sistem penilaian semacam international standard organization (ISO). Penilaiannya diserahkan kepada lembaga lokal, seperti perusahaan dan perguruan tinggi.

Faktor-faktor penilaian Green Globe Certificate antara lain pelaksanaan daur ulang, efisiensi energi, pengaturan sumber air bersih, manajemen limbah cair, transportasi ramah lingkungan, melibatkan sumber daya manusia dalam isu lingkungan, dan kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan.

Tak hanya kelas berbintang, hotel melati juga bisa mendapatkan sertifikat ramah lingkungan jika mau. Hotel berbintang sebenarnya sudah menerapkan prinsip penghijauan. Sebab, hotel harus memenuhi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) untuk mendapatkan predikat bintang.

Amdal dapat dianggap sebagai syarat minimal bahwa hotel tersebut ramah lingkungan, seperti mengolah limbah cair terlebih dulu dan membuang sampah dengan benar. Namun, pengelola hotel bisa melebihi itu dengan mendapatkan sertifikat.

Keuntungan mendapatkan sertifikat, yaitu manajemen bisa mempromosikan bahwa hotelnya ramah lingkungan. Saat ini, menurut Ardhika, semakin banyak tamu hotel luar dan dalam negeri yang memiliki kesadaran terhadap ramah lingkungan.

Demikian pula dengan biro-biro perjalanan yang banyak menawarkan paket kepada wisatawan ke hotel-hotel berkonsep hijau. Hotel seperti itu, misalnya menyajikan makanan organik. "Sebagai industri jasa, hotel harus berpikir bahwa penerapan ramah lingkungan adalah aset," katanya. 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook