Alpen Steel | Renewable Energy

~ Sejak Didirikan 1997 SMP Negeri Di Palu Tidak Memiliki Listrik Dan Sarana Air Bersih

Memprihatinkan, SMP Negeri Tanpa Air dan Listrik

 

Kapanlagi.com - Pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar di SMP Negeri 21 Palu, Sulawesi Tengah, tampak sangat memprihatinkan karena gedung yang terletak di pinggiran kota itu tidak memiliki listrik dan sarana air bersih sejak didirikan pada 1997.

"Kita sudah sering dijanjikan untuk dipasangi listrik tapi tidak pernah ada realisasinya," kata Wakil Kepala SMPN 21 Palu Nyoman Suparta kepada ANTARA yang berkunjung ke sekolah itu, Minggu.

Gedung sekolah yang cukup megah namun mulai kumal karena kurang terpelihara itu juga tidak memiliki sarana air bersih. Tempat penampungan air tidak bisa berfungsi maksimal karena sekolah harus membeli air PDAM setiap hari sementara dananya tidak ada.

Menurut Nyoman, sekolah dengan sembilan ruang kelas ditambah ruang guru, kepsek, aula dan laboratorium ini sebenarnya memiliki generator listrik (genset) namun kurang difungsikan karena sekolah tidak mempunyai dana untuk membeli bensin setiap hari.

Akibat tidak adanya listrik, kepala sekolah dan guru-guru terpaksa mengerjakan tugas-tugas administratif dan penyiapan bahan ajar di rumah masing-masing sehingga mereka tidak rutin masuk kelas setiap hari.

Penjaga sekolah juga tidak bisa tinggal di rumah penjaga sekolah yang tersedia karena tidak ada penerangan dan air. Akibatnya, sekolah yang terpencil berjarak sekitar tiga kilometer dari permukiman terdekat di Kota Palu itu sering kecurian barang-barang berharga mulai dari jam dinding, pot bunga, meja-kursi sampai brankas.

"Pernah brankas kami dibawa pencuri ke semak-semak di sekitar sekolah. Mereka kira ada isinya. Meski tidak ada uang yang hilang, namun sayang barang cukup mahal itu rusak karena dibuka paksa pencuri," ujarnya.

Menurut dia, sekolah ini tidak bisa mengupayakan dana dari komite sekolah karena orang tua murid semuanya dari keluarga miskin, sementara dana operasional sekolah murni mengandalkan dana BOS (bantuan operasional sekolah) yang terbatas.

"Di sini tidak ada siswa yang membayar SPP. Pakaian dan buku-buku untuk siswa semua berasal dari sekolah (dana BOS) yang juga sangat terbatas. Untuk ke sekolah saja, anak-anak harus berjalan kaki antara tiga sampai empat kilometer dari desa-desa sekitar seperti Petobo, Ngatabaru dan Kavatuna," ujarnya dan menambahkan.

Sekolah ini sekarang memiliki 65 orang siswa dan 17 guru. Sebanyak 30 siswa mendapat bantuan bea siswa keluarga miskin.

Kondisi seperti ini, kata Nyoman, membuat sekolah ini sulit berkembang untuk meraih prestasi-prestasi akademik yang membanggakan baik internal maupun eksternal.

"Kelulusan siswa dalam ujian nasional, secara kuantitas memang cukup baik, di atas 90 persen setiap tahun, namun nilai mereka sangat minimal, hanya pas untuk lulus saja,? ujarnya.

Ia berharap kepada pemerintah kota untuk merealisasikan janjinya melengkapi sekolah ini dengan sambungan listrik dan air bersih agar pengelolaan sekolah bisa berjalan normal.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu H Ardiansyah yang dihubungi terpisah mengakui kondisi prihatin yang dialami SMPN 21 Palu itu dan menyatakan bahwa dalam waktu dekat listrik dan air sudah akan masuk ke sekolah tersebut.

Ia mengatakan, pengadaan di SMPN 21 dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dana karena butuh tiang yang banyak sebab lokasinya masih agak jauh dari jaringan listrik. Begitu juga air bersih.

Ia menyebutkan, sekarang sudah terpasang 18 tiang listrik dan butuh beberapa tiang lagi. Begitu juga jaringan air sudah mendekati sekolah. Tahun 2010 ini, sekolah itu sudah punya air dan listrik, ujarnya (ant/npy)

 

Sumber : Kapanlagi.com

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook