Alpen Steel | Renewable Energy

~ PLTGU Sicanang Belawan Hingga PLTU Labuhan Angin Sibolga

KOMPAS/MAHDI MUHAMMAD
Bangunan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue rusak cukup parah setelah gempa berkekuatan 7,2 skala Richter mengguncang wilayah ini, Rabu (7/4) pagi. Meski tidak ada korban jiwa, puluhan bangunan di delapan kecamatan yang ada di Simeulue, rusak. Kerusakan terparah akibat gempa terjadi di Kecamatan Teupah Selatan.
 
Gempa Ganggu Pembangkit
Komponen Tidak Rusak

 

Medan, Kompas - Pembangkit listrik utama di Sumatera Utara, seperti PLTGU Sicanang Belawan hingga PLTU Labuhan Angin Sibolga, terganggu oleh gempa bumi berskala 7,2 skala Richter yang mengguncang Simeulue, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada Rabu (7/4) pukul 05.15.

Guncangan gempa membuat pembangkit listrik tersebut berhenti beroperasi. Akibatnya, pemadaman listrik terjadi merata hampir di seluruh wilayah Sumatera bagian Utara.

PLTGU Sicanang Belawan memiliki 11 pembangkit dengan total kapasitas terpasang mencapai 935 megawatt (MW). PLTGU Sicanang merupakan penyuplai utama listrik di Sumatera Utara yang saat beban puncak kebutuhannya mencapai 1.350 MW. ”Saat gempa terjadi, dari 11 pembangkit di PLTGU Sicanang, hanya satu yang bisa beroperasi. Beban saat itu mencapai 974 MW, tiba-tiba kapasitas pembangkit tinggal 160 MW,” ujar General Manager PLN Wilayah Sumut Denny Pranoto.

Menurut Denny, pembangkit listrik utama mengalami trip (mesin berhenti dengan sendirinya) karena sistem pengaman berfungsi. ”Jadi, kalau ada guncangan dan vibrasi pada tingkat tertentu, sistem pengaman pembangkit akan langsung mematikan mesin. Karena bayangkan rotor turbin kalau sedang bekerja putarannya mencapai 3000 rpm. Kalau ada guncangan besar, seperti gempa, bisa rontok,” katanya.

PLN Wilayah Sumut, lanjut Denny, langsung mengecek kondisi seluruh pembangkit. Hingga pukul 16.00 hari Rabu, defisit listrik akibat tak bekerjanya pembangkit setelah terjadi gempa mencapai 245 MW untuk pelanggan umum. ”Untuk pelanggan tegangan tinggi masih defisit 75 MW, pelanggan tegangan menengah defisit 60 MW. Khusus untuk pelanggan umum, operasional PLTA Lau Renun (140 MW) pada malam hari kami harapkan bisa meminimalkan pemadaman,” kata Denny.

Ia menyatakan, paling lambat dua hari seluruh pemadaman akibat trip pembangkit listrik utama karena gempa bisa teratasi. ”Kami sekarang memprioritaskan pelanggan umum dulu agar tidak terjadi pemadaman. Berikutnya, menyusul pelanggan tegangan tinggi dan menengah,” katanya.

Deputi Manajer Hukum dan Komunikasi PLN Pembangkitan Sumatera bagian Utara Marodjahan Batubara mengatakan, efek gempa bumi tidak sampai menimbulkan kerusakan pada komponen pembangkit besar.

”Sampai saat ini tak ditemukan kerusakan. Permasalahannya hanya butuh waktu untuk menghidupkan mesin pembangkit besar,” katanya. (BIL)

 

Sumber : Kompas

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook