Alpen Steel | Renewable Energy

~ Listrik Padam Di Pasar Yokyakarta Kegiatan Perniagaan Terganggu

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
 
Meski listrik padam sejak Jumat hingga Minggu (4/4), wisatawan tetap memadati lorong Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Padamnya listrik membuat sebagian besar pasar tertua di Yogyakarta ini gelap gulita dan menghilangkan potensi keuntungan para pedagang.
 
TRAFO MELEDAK
3 Hari, Pasar Beringharjo Tanpa Penerangan Listrik

YOGYAKARTA, KOMPAS - Pasar Beringharjo, pasar tradisional terbesar dan tertua di DI Yogyakarta, tiga hari ini hingga Minggu (4/4) gelap gulita. Padamnya listrik sejak Jumat lalu itu mengganggu aktivitas perniagaan pedagang dan pembeli. Akibatnya, potensi keuntungan saat akhir pekan hilang.

Pasar yang terletak di Jalan Malioboro itu sepi. Los-los penjual batik dan tekstil di sisi utara pasar tampak seperti gudang karena gelap. Penerangan dari teriknya matahari tidak maksimal masuk pasar.

Bisa dihitung dengan jari kios yang terang karena pemiliknya berinisiatif memakai generator set (genset) untuk lampu-lampu neon. Kebanyakan pedagang hanya sanggup memakai lampu petromaks, lampu baterai, dan lilin. Namun, sebagian besar berjualan tanpa penerangan.

Udara pengap dan panas semakin terasa karena kipas angin di lorong pasar tak berfungsi. Tanpa penerangan, pembeli juga tidak bisa leluasa melihat-lihat dan memilih barang yang akan dibeli. Pedagang dan pembeli juga tak bisa memakai fasilitas toilet karena tidak ada air, menyusul pompa air yang mati.

”Pembeli malas masuk setelah melihat kios yang gelap. Kalau dihitung-hitung, omzet berkurang sekitar 30 persen akibat mati listrik ini,” kata Isnaini (35), pedagang batik di Los 2 Utara.

Padahal, biasanya pada hari libur panjang, omzet penjualan batik Isnaini Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per hari.

Keluhan serupa disampaikan Marsiti (56), pedagang batik di Los 11 di tengah pasar. Posisi kiosnya lebih tertutup, gelap gulita. ”Selama tiga hari ini penghasilan kira-kira berkurang separuh,” katanya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Ujun Junaedi menyatakan, padamnya listrik diakibatkan trafo yang meledak, Jumat sekitar pukul 14.00. Trafo berdaya 400 kilovolt ampere itu adalah trafo khusus yang menyuplai listrik ke pasar yang dihuni sekitar 5.000 pedagang itu.

”Trafo itu milik Dinas Pengelolaan Pasar Yogyakarta. Kami sudah berkoordinasi untuk mengatasi masalah ini. Namun, karena terbentur hari libur kerja, perbaikan baru bisa dilakukan pada Senin ini,” ujar Ujun.

Senin ini pun belum ada jaminan aliran listrik akan normal karena baru akan ditangani sementara dengan pemasangan genset. Trafo yang meledak harus diganti dan membutuhkan biaya sekitar Rp 200 juta. (ENG)

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook