Alpen Steel | Renewable Energy

~ Gara-Gara Reklamasi Kinerja Turbin Jadi Terganggu

PLTU Tidak Terganggu
Reklamasi Membuat Mesin Turbin Tidak Bekerja Optimal

 

Jakarta, Kompas - Reklamasi yang akan dilakukan di Teluk Jakarta dipastikan tidak akan mengganggu operasional PLTU yang terletak di Jakarta Utara. Reklamasi yang dilakukan dalam bentuk pulau-pulau yang terpisah dari daratan itu membuat air laut tetap dapat mengalir.

Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta Peni Susanti, Senin (14/6) di Jakarta Selatan, mengatakan, air dingin yang dibutuhkan PLTU tetap dapat mengalir karena pulau-pulau hasil reklamasi tidak menutup aliran air laut secara keseluruhan. Reklamasi juga dilakukan dengan menggunakan sistem zona dengan memerhatikan kebutuhan tiap aktivitas yang ada di kawasan pantai.

”Pintu-pintu kanal di antara pulau dapat digunakan untuk mengatur arus masuk dan keluar air yang menuju pantai. Kami sudah beberapa kali mengajak bicara para pengelola PLTU mengenai kondisi itu dan kekhawatiran mereka sudah diantisipasi,” kata Peni.

Semua dampak negatif reklamasi ini sudah dikaji dalam analisis mengenai dampak lingkungan. Pemprov DKI Jakarta juga sudah menyusun kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) Pantai Utara Jakarta.

Saat ini, pihaknya sedang menyusun KLHS regional Jakarta, Tangerang, dan Jawa Barat. Penyusunan KLHS regional itu melibatkan para ahli dari berbagai perguruan tinggi dan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

”Reklamasi tidak dapat dianggap ilegal karena Pemprov DKI sudah menyusun KLHS,” kata Peni, menanggapi pernyataan delapan lembaga swadaya masyarakat yang menyatakan bahwa langkah Pemprov DKI memaksakan reklamasi dianggap ilegal karena belum menyusun KLHS.

Direktur Eksekutif Masyarakat Peduli Pembangunan Jakarta Arman Zakaria mengatakan, Pemprov DKI, Pemprov Jawa Barat, dan Kementerian Lingkungan Hidup harus bertemu untuk menyamakan persepsi mengenai reklamasi.

Semua pihak harus menjelaskan semua detail reklamasi kepada publik agar tidak menimbulkan keraguan pihak mana pun. Jika semua institusi sudah sepakat dan semua dampak negatif dapat diantisipasi, publik harus diberi tahu supaya penolakan tidak terus bergulir.

Tidak optimal

Direktur Operasi Jawa-Bali PLN Ngurah Adnyana mengemukakan, reklamasi di Teluk Jakarta ini membuat operasi PLTU sulit beroperasi secara maksimal. Selama ini, pembangkit listrik yang berbahan bakar batu bara, minyak, maupun gas menghasilkan uap panas untuk menggerakkan turbin. Hal ini menyebabkan mesin menjadi panas. ”Padahal, mesin tidak boleh dibiarkan panas agar pembangkit tidak rusak,” katanya.

Oleh karena itu, turbin pembangkit listrik di sebuah PLTU membutuhkan air laut untuk mendinginkan turbin. Air laut pendingin ini diambil dari laut lepas yang berada di sekitar turbin PLTU. Dengan air dingin ini, turbin bisa beroperasi secara optimal untuk menghasilkan tenaga listrik.

”Pendinginan mesin atau turbin pembangkit listrik Muara Tawar, Muara Karang, dan Tanjung Priok menggunakan air laut,” kata Ngurah.

Caranya, air laut disedot, lalu dimasukkan ke dalam sistem pendinginan mesin. Setelah panas diserap air laut, kemudian air laut itu dibuang kembali ke laut.

Biasanya, jarak antara air laut yang disedot untuk masuk dan air laut hasil buangan bekas pendinginan mesin harus berjauhan. Apabila ada reklamasi, pembuangan air yang panas bisa memengaruhi air yang disedot untuk pendinginan.

Akibatnya, pendinginan tidak maksimal. Kondisi ini menyebabkan kerja turbin atau kapasitas mesin tidak optimal dalam memproduksi listrik. Hal ini tentu berpengaruh terhadap energi yang disuplai ke Jakarta.

Pihaknya, ujar Ngurah, sudah menulis surat kepada Pemprov DKI berkaitan dengan gangguan atas sejumlah PLTU PLN akibat adanya proyek reklamasi ini. ”Gangguan pasokan listrik ini bisa membuat pasokan listrik ke Jakarta dan sekitarnya terganggu,” ujarnya. (ECA/PPG/EVY)

 

Sumber : kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook