Alpen Steel | Renewable Energy

~ Gubernur Jawa Timur Soekarwo Tolak Tegas Rencana Pemendaman Pipa Gas

Pelebaran dan Pendalaman Alur Membahayakan
Gubernur Tolak Pemendaman Pipa Kodeco

 

SURABAYA,KOMPAS - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menolak tegas rencana pemendaman pipa gas PT Kodeco Energy Co Ltd. Keberadaan pipa gas sangat membahayakan arus transportasi kapal, sekaligus mengganggu rencana pendalaman dan pelebaran alur pelayaran barat Surabaya.

"Prinsipnya saya tak setuju dengan rencana pemendaman pipa Kodeco karena ini berisiko tinggi. Bila Kodeco memaksakan, saya tetap tak akan mengizinkan," kata Soekarwo, Kamis (3/6) di Surabaya.

Soekarwo telah mengirim surat kepada Wakil Presiden Boediono dan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa meminta pipa Kodeco segera dipindahkan ke pinggir barat alur pelayaran barat Surabaya (APBS) agar tak melintang dan membahayakan kapal. Namun, PT Kodeco Energy Co Ltd justru berencana memperdalam kembali pipa gas tersebut.

"Dulu penanaman pipa Kodeco tak memenuhi persyaratan dan harus diperdalam. Namun, ternyata sekarang juga belum diperdalam. Kalau tetap menanam kan tidak bisa karena akhir tahun ini pipa Kodeco harus dipindahkan," kata Soekarwo.

Sebelumnya, Hamdi Zainal, Kepala Perwakilan BP Migas Wilayah Jatim, Papua, dan Maluku, mengatakan bahwa rencana pemindahan pipa Kodeco yang melintang di alur pelayaran barat Surabaya dibatalkan. PT Kodeco Energy Co Ltd, selaku pelaksana pemasangan pipa gas, hanya akan memperdalam pemendaman pipa hingga tiga meter di bawah dasar laut.

Hamdi beralasan, pemindahan pipa Kodeco akan mengakibatkan pasokan energi ke sejumlah pembangkit listrik di Jatim mati. Masalahnya, pipa Kodeco menyuplai 120 MMSCFD (juta kaki kubik per hari) yang mampu menghidupkan 600 megawatt listrik untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya. 

Berpotensi meledak

Rencananya, mulai awal tahun 2011 Pemprov Jatim bekerja sama dengan PT Pelindo III akan memperlebar dan memperdalam APBS. Lebar APBS yang kini hanya 100 meter akan diperlebar menjadi 200 meter dan kedalaman APBS yang hanya berkisar 8,5 meter hingga 9 meter akan diperdalam menjadi 14 meter.

Direktur Utama PT Pelindo III Djarwo Sujanto mengatakan, dibutuhkan dana sekitar Rp 450 miliar hingga Rp 500 miliar untuk memperlebar dan memperdalam APBS. Diharapkan, proses fisik pelebaran dan pendalaman APBS dapat dimulai Januari 2011.

"Studi pelebaran dan pendalaman alur sebenarnya sudah kami lakukan sejak tahun 2000 lalu. Dengan alur yang sempit, sekarang APBS hanya bisa dilalui satu kapal besar. Jika dulu frekuensi kedatangan kapal bisa mencapai 72.000 per tahun, kini tinggal 31.000 per tahun," ujarnya.

Langkah tersebut masih terkendala keberadaan pipa Kodeco yang melintang di alur. Jika sewaktu-waktu jangkar kapal mengenai pipa tersebut, ledakan dahsyat berpotensi muncul sewaktu-waktu.

Kerja sama pelebaran dan pendalaman alur serupa juga dilakukan PT Pelindo III dengan Pemprov Kalimantan Selatan melalui pembentukan PT Ambang Barito Persada dengan pembiayaan 60 persen dari PT Pelindo III dan 40 persen dari Pemprov Kalsel. Namun, menurut Soekarwo, untuk pembiayaan, Pemprov Jatim akan menggandeng investor. (ABK)

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook