Alpen Steel | Renewable Energy

~ Rumah Sakit Umum Daerah Pirngadi, Medan, dan Perusahaan Listrik Negara Sumatera Utara Lalai, Listrik Mati Selama Empat Jam

Rumah Sakit Pirngadi dan PLN Dinilai Lalai

 

Medan, Kompas - Rumah Sakit Umum Daerah Pirngadi, Medan, dan Perusahaan Listrik Negara Sumatera Utara dinilai lalai karena aliran listrik di rumah sakit publik tersebut padam selama empat jam pada Senin siang lalu. Dua institusi pemerintah itu dinilai tidak mampu memberi pelayanan kepada warga yang tengah berstatus emergency atau gawat darurat.

Penilaian tersebut disampaikan Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Medan Farid Wadji, Selasa (9/2). Menurut Farid, kasus ini sungguh ironis karena pada saat listrik padam, ada pula nyawa yang tidak tertolong.

Seperti dilaporkan sebelumnya, tiga pasien ICU dan ICCU RS Pirngadi serta satu bayi di ruang perinatologi Medan meninggal saat listrik di rumah sakit pemerintah itu padam hari Senin lalu pukul 09.30 hingga sekitar pukul 13.30. Situasi rumah sakit kocar-kacir. Belasan orang terjebak di lift. Pasien di ruang IGD sempat dikeluarkan ke halaman karena muncul asap tebal dari ruang listrik. Sementara delapan operasi dibatalkan. Listrik padam karena salah satu panel listrik di lantai satu rumah sakit tersebut meledak.

Menurut Farid, satu titik pun tidak boleh padam di rumah sakit yang statusnya adalah ruang darurat bagi para pasien. ”Orang berharap sehat ketika masuk rumah sakit, bukan bertambah sakit dan meninggal,” tuturnya.

Rumah sakit seharusnya mendapat prioritas pelayanan energi karena keberadaannya menyangkut hajat hidup orang banyak. PLN tidak bisa seenaknya mematikan aliran listrik di obyek vital, sementara pihak RS harus memberi pelayanan kepada pasien dengan maksimal karena nyawa manusia menjadi taruhannya.

Farid melihat PLN dan RS Pirngadi perlu mengevaluasi diri. Kasus ini juga bisa dibawa ke ranah pidana dengan delik pelanggaran Pasal 359 KUHP, yakni kelalaian yang menyebabkan kematian.

Ketua Komisi B DPRD Kota Medan Irwanto Tampubolon yang mengunjungi RS Pirngadi, Selasa kemarin, menyesalkan kejadian ini. Komisi B secara lisan meminta RS Pirngadi menyerahkan rekam medik empat pasien yang meninggal saat listrik padam untuk diteliti.

Deputi Manajer Komunikasi dan Hukum PT PLN Pembangkitan Sumbagut Marojahan Batubara menambahkan, pembangkit GT 12 dengan kekuatan sekitar 120 megawatt sudah masuk sistem sejak hari Sabtu (6/2) pukul 18.10.

Akan tetapi, untuk keperluan penyeimbangan, mesin akan dimatikan pada Selasa pukul 00.00 dan baru dihidupkan kembali hari Rabu pukul 17.00. (WSI)

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook