Alpen Steel | Renewable Energy

~ PT PLN Kesulitan Menambah Pasokan Listrik

Pelanggan PLN Diminta Berhemat
Pengusaha Menilai Upaya PLN Kurang Bijaksana

 

Semarang, Kompas - Perusahaan Listrik Negara mengajak masyarakat menghemat pemakaian listrik dengan menentukan batas hemat pemakaian. Jika melebihi batas hemat yang ditentukan, dikenai tarif nonsubsidi yang lebih mahal. Ketentuan ini berlaku untuk pelanggan yang memakai daya listrik di atas 6.600 volt-ampere.

Ketentuan penghematan listrik ini akan berlaku terhitung sejak pemakaian bulan Januari 2010.

Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jateng dan DI Yogyakarta Supriyono, Rabu (10/2), di Semarang, mengatakan, ketentuan yang berlaku secara nasional ini bertujuan menyelamatkan sistem pasokan listrik.

"Kami tidak menaikkan tarif dasar listrik, hanya mengajak masyarakat berhemat," katanya.

Menurut Supriyono, kebutuhan listrik di Jateng dan DIY mencapai 2.850 megawatt per bulan. Jika para pelanggan tidak menghemat listrik, kebutuhan listrik per bulan akan bertambah. PLN pun kesulitan untuk menambah pasokan listrik.

Tanpa penghematan, PLN juga kesulitan menambah atau memasang jaringan listrik baru. Padahal, saat ini sebanyak 30 persen wilayah di Jateng dan DIY belum teraliri listrik. "Pelanggan yang masih berada di daftar tunggu akan semakin lama menunggu," ujarnya.

Supriyono menegaskan, ketentuan penghematan listrik ini tidak berlaku untuk pelanggan yang tidak mendapat aliran listrik selama 24 jam, pelanggan yang menggunakan sistem prabayar, dan yang memakai daya max plus. Meskipun demikian, pelanggan yang tidak terkena sistem ini diharapkan tetap harus berhemat.

Diprotes pengusaha

Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Jateng Anggoro Rahmadiputro menganggap langkah PLN ini kurang bijaksana.

"Pengusaha sudah terbebani peningkatan biaya produksi dan perdagangan bebas. Sekarang ditambah masalah listrik," katanya.

Penerapan kebijakan ini juga diprotes pengusaha karena akan mengurangi daya saing dalam menghadapi perdagangan bebas ASEAN-China. Koordinator Asosiasi Pengusaha Indonesia Jateng Agung Wahono menyatakan pihaknya akan berkonsolidasi dengan anggotanya untuk membahas kebijakan PT PLN ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng Ihwan Sudrajat menambahkan, dampak pemberlakuan kebijakan ini dikhawatirkan bakal memukul usaha kecil dan menengah yang mayoritas sangat bergantung pada pasokan energi dari PT PLN.

Pengusaha garmen dan sarung di Kabupaten Pekalongan juga risau dengan kebijakan penghematan listrik ini. (den/gal/who)

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook