Alpen Steel | Renewable Energy

~ Tiga Wilayah Konsesi Pertambangan Panas Bumi

PANAS BUMI
Jabar Ajukan Tiga Wilayah Konsesi

 

BANDUNG, KOMPAS - Tahun 2010, Provinsi Jawa Barat mengajukan tiga wilayah konsesi pertambangan panas bumi kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, yaitu Gunung Ciremai, Gunung Pangrango, dan Gunung Papandayan.

”Kami mengharapkan izin wilayah konsesi pertambangan (WKP) bisa diberikan tahun ini sehingga kami bisa langsung melanjutkan dengan tender pengelolaan,” kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Senin (18/1), di Bandung seusai menyerahkan izin usaha penambangan kepada dua perusahaan konsorsium yang memenangi tender penambangan panas bumi (geotermal) di Gunung Tangkubanparahu dan Gunung Tampomas.

Heryawan mengatakan, pengajuan WKP untuk mengoptimalkan potensi geotermal di Jabar. Berdasarkan catatan Dinas ESDM Jabar, provinsi ini masih memiliki potensi panas bumi 2.949 megawatt (MW) yang tersebar di 36 lokasi. Potensi itu 92,8 persen potensi panas bumi Indonesia.

Ramah lingkungan

Geotermal diutamakan pengembangannya di Jabar karena energi ini dinilai ramah lingkungan. Panas bumi pada dasarnya energi berupa uap yang berasal dari air dalam tanah yang dipanaskan oleh magma gunung berapi. Bila jumlah pohon berkurang, otomatis air tanah yang bisa diserap dan dipanaskan berkurang.

”Geotermal bergantung pada kelestarian lingkungan. Tidak mungkin terjadi kerusakan lingkungan besar-besaran akibat penambangan ini,” kata Heryawan.

Jika izin WKP untuk tiga wilayah itu disetujui Kementerian ESDM, Jabar akan memiliki total enam daerah konsesi penambangan geotermal.

Sebelumnya, Jabar melakukan tender penambangan geotermal di tiga wilayah, yakni Gunung Tangkubanparahu (110 MW), Gunung Tampomas (50 MW), dan Cisolok-Sukarame (50 MW). Tender penambangan geotermal itu adalah yang pertama di Indonesia. Nilai investasi penambangan di tiga daerah itu diperkirakan lebih dari Rp 3 triliun.

Di Jabar juga telah beroperasi empat pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan kapasitas 770 megawatt elektrik (MWe), yakni di Kamojang (140 MWe), Gunung Salak (375 MWe), Darajat (145 MWe), dan Wayang Windu (110 MWe). Operasionalisasi pembangkit listrik tenaga panas bumi dilakukan oleh Pertamina.

Izin

Direktur Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Kementerian ESDM Sugiharto Harsoprayitno mengatakan, sepanjang tahun 2009, pihaknya telah mengeluarkan izin WKP bagi 26 wilayah di Indonesia dengan potensi listrik 2.000 MW. Jabar dinilai merupakan salah satu daerah yang aktif mengajukan izin WKP geotermal.

Sugiharto mengatakan, pemberian izin WKP geotermal merupakan bagian dari upaya percepatan pemerintah untuk mencapai target produksi listrik 10.000 MW. Pada tahun 2014, geotermal ditargetkan bisa menghasilkan 4.700 MW listrik, yaitu 48 persen dari total 10.000 MW yang diharapkan. ”Saat ini produksi listrik dari geotermal baru 1.089 MW,” katanya. (REK)

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook