Alpen Steel | Renewable Energy

~ 21 Komponen Tarif Listrik Belum Ditetapkan Besarannya

LISTRIK
DPR dan PLN Masih Matangkan TDL

 

Jakarta, Kompas - Sebanyak 21 komponen tarif listrik hingga kini belum ditetapkan besarannya. Komisi VII DPR dan PT Perusahaan Listrik Negara masih harus mematangkan lagi kebijakan tarif dasar listrik yang baru.

Sebelumnya, Badan Anggaran DPR menyetujui besaran subsidi listrik yang memungkinkan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) rata-rata 10 persen meski 21 pos tarif belum ditetapkan detailnya.

”Ada 21 pos tarif dalam kelistrikan, biarlah Komisi VII dan PLN yang membahasnya,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Senin (3/5), seusai Rapat Paripurna DPR yang mengagendakan pengesahan Rancangan APBN Perubahan (RAPBN-P) 2010 menjadi APBN-P 2010.

Menurut Ketua Badan Anggaran DPR Harry Azhar Azis, keputusan final di Badan Anggaran adalah

besaran subsidi listrik meningkat Rp 2,4 triliun sehingga kenaikan TDL tidak jadi 15 persen seperti yang diusulkan pemerintah.

Dengan kenaikan subsidi listrik itu, kemungkinan kenaikan TDL rata-rata 10 persen. ”Kami memang tidak menyebutkan secara eksplisit besaran kenaikan TDL dalam Undang-Undang APBN-P 2010. Namun, ada kenaikan subsidi listrik Rp 2,4 triliun. Silakan Komisi VII dan PLN membahas lebih lanjut keputusan itu,” kata Harry.

Harga keekonomian

Dalam APBN-P 2010 ditetapkan subsidi listrik Rp 55,106 triliun. Ini sudah memperhitungkan penghematan subsidi Rp 1 triliun, yang berasal dari ketentuan harga keekonomian pada konsumen pengguna daya 6.600 watt, dan pemberian margin kepada PLN 8 persen.

”Sebenarnya, jika program komposisi sumber energi (energy mixed) lebih cepat dilakukan, PLN dapat menghemat Rp 5 triliun. Maka, total penghematannya menjadi Rp 7,4 triliun,” tutur Harry.

Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Satya W Yudha, menjelaskan, DPR akan membahas kembali komponen tarif yang harus dinaikkan atau yang tidak dinaikkan.

Besaran subsidi listrik yang telah ditetapkan, jelas Satya, adalah dengan asumsi ada kenaikan merata 10 persen.   

”Terjadi penurunan subsidi Rp 1 triliun. Namun, itu disebabkan penyesuaian batas hemat keekonomian bagi pelanggan 6.600 volt ampere, dari 50 persen menjadi 30 persen,” ungkap Satya. (OIN)

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook