Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pebisnis Hotel Di Yokyakarta Berancang-Ancang Menaikkan Tarif Inap Bila Tarif Dasar Listrik Naik

Hotel Ancang-ancang Naikkan Tarif
Kenaikan Tarif Dasar Listrik Picu Inflasi 0,26 Persen

 

YOGYAKARTA, KOMPAS - Merespons rencana kenaikan tarif dasar listrik sebesar 10 persen yang akan berlaku 1 Juli 2010, pelaku usaha di DI Yogyakarta bersiap menerapkan efisiensi. Bahkan, pebisnis hotel telah berancang-ancang menaikkan tarif inap. Pilihan lain, menurunkan kualitas layanan yang hampir tidak mungkin dilakukan pebisnis jasa.

Dua keputusan itu berisiko pada penurunan jumlah tamu menginap. "Kami sudah melakukan audit energi. Namun, tidak semuanya bisa dihemat. Jadi, pilihannya tinggal dua itu," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istidjab M Danunagoro di Yogyakarta, Senin (3/5).

Bagi hotel berbintang, ongkos untuk memenuhi kebutuhan energi mencapai 15-20 persen. Bagi hotel kelas melati, biayanya berkisar 20- 30 persen.

Oleh karena itu, kenaikan TDL benar-benar akan menambah beban. "Kenaikan tarif listrik jelas memberatkan kami," katanya. Namun, ia mengaku tidak ada pilihan lain selain menerima kebijakan itu.

Menurut Istidjab, bisnis hotel adalah bisnis yang mengutamakan pelayanan dan kenyamanan pelanggan. Mereka tak bisa memaksa tamu mematikan televisi atau fasilitas lain yang butuh listrik pada jam- jam tertentu.

Kenaikan TDL juga memaksa pelaku usaha jasa boga mengetatkan ikat pinggang. Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI) Provinsi DIY Dwi Murdianto menuturkan, sejumlah produsen makanan sangat bergantung pada peralatan masak yang menggunakan listrik.

Produsen kue, misalnya, membutuhkan listrik untuk menghidupkan alat pengocok hingga pemanggang makanan. Kenaikan TDL jelas menambah ongkos produksi.

Meski biaya produksi naik, produsen makanan tak akan langsung menaikkan harga. Kenaikan dikhawatirkan menjauhkan konsumen.

Konsekuensinya, produsen makanan melakukan efisiensi mulai dari proses belanja bahan hingga pengemasan. "Keuntungan pasti turun. Mau tak mau kami harus efisien di semua sisi. Selain itu, juga perlu ada inovasi sehingga bisa membuat produk yang baik dengan harga yang bisa ditekan," ujarnya.

Picu inflasi

Kenaikan TDL 10 persen yang disetujui DPR akan berdampak signifikan terhadap inflasi. Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik DIY Bagus Rahmat Susanto menuturkan, listrik merupakan salah satu sumber energi vital bagi masyarakat.

Oleh karena itu, perubahan tarif akan sangat berdampak pada perkembangan indeks harga atau inflasi.

"Dari kenaikan 10 persen itu, dampaknya ke inflasi sekitar 0,26 persen. Itu baru dihitung dari biaya listriknya, belum ke dampak terhadap harga komoditas lain," katanya. (ARA)

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook