Alpen Steel | Renewable Energy

~ Harga Listrik Untuk Industri Di Luar Negeri Jauh Lebih Murah Dibandingkan Indonesia

Kenaikan Tarif Berlaku Variatif

 

Jakarta, Kompas - Besaran kenaikan tarif dasar listrik akan berlaku variatif. Ada golongan pelanggan yang mengalami kenaikan lebih dari 15 persen, tetapi ada yang kurang dari 15 persen.

Saat ini, menurut Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral J Purwono di Jakarta, Rabu (10/3), pemerintah tengah mempersiapkan detail kenaikan tarif dasar listrik (TDL) untuk semua golongan pelanggan.

Dia menjelaskan, dalam menghitung kenaikan TDL, DPR dan pemerintah memerhatikan kemampuan masyarakat. Kenaikan TDL dipicu naiknya harga minyak dari perkiraan semula sehingga kebutuhan subsidi meningkat.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Anton Supit mengingatkan, penetapan TDL membutuhkan strategi yang komprehensif, yaitu antara

kebijakan energi primer dan kebijakan industri. Apalagi, saat ini tengah berupaya meningkatkan daya saing menghadapi perdagangan bebas.

Biaya produksi

Kenaikan TDL bakal membebani biaya produksi. Namun, lanjut Anton, jika pengusaha menyampaikan pandangan bahwa harga listrik untuk industri di luar negeri jauh lebih murah dibandingkan Indonesia, itu bukan ingin meminta pemerintah berpihak pada pengusaha.

”Tetapi, mengingatkan bahwa bila punya daya saing, akan lebih berpotensi meningkatkan produktivitas sehingga terbukalah kesempatan kerja,” tutur Anton.

Pemerintah, menurut Anton, juga harus melihat secara jernih kebutuhan PLN. Ekspor batu bara yang mencapai 240 juta ton menghasilkan royalti 13 persen. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika royalti itu diserahkan kepada PLN untuk mendorong pembangunan dan perawatan pembangkit listrik, perangkat transmisi, dan distribusi listrik.

Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar juga menyatakan, dampak kenaikan TDL harus dilihat dari struktur biaya produksi. Di industri pertambangan, misalnya, harga komoditas mereka sudah naik sebelum terjadi kenaikan TDL.

Mengutip data Badan Pusat Statistik, Kementerian Perdagangan meyakini tahun 2010 kinerja ekspor, termasuk nonmigas, memberikan sinyal positif.

Ekspor nonmigas Januari 2010 mencapai 9,2 miliar dollar AS atau naik 47,6 persen dibandingkan Januari 2009. ”Angka ini merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah untuk kinerja ekspor Januari,” kata Mahendra.(OSA/EVY)

 

Sumber : kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook