Alpen Steel | Renewable Energy

~ Walau Matahari Bersinar Terik, Tapi Listrik Rumah Sakit Padam, Aktivitas Rumah Sakit Kocar-Kacir

PELAYANAN
Saat Listrik di Rumah Sakit Pirngadi Medan Empat Jam Padam

 

Lorong-lorong di semua lantai bangunan baru Rumah Sakit Pirngadi, Medan, Sumatera Utara, Senin (8/2) siang, menjadi gelap meskipun di luar matahari bersinar terik. Sejak pukul 09.30, listrik di seluruh kawasan rumah sakit padam.

Akibatnya, seluruh aktivitas rumah sakit (RS) kocar-kacir. Delapan operasi pasien yang direncanakan siang itu ditunda. Pekerjaan administrasi terbengkalai karena komputer tak bisa menyala. Operator telepon bekerja diterangi lilin. Belasan orang terjebak dalam lift.

Tangga darurat langsung dipenuhi orang yang hendak naik atau turun lantai. Tak semua tangga darurat terang sehingga orang juga butuh penerangan di tangga darurat, sama seperti saat orang hendak ke kamar kecil yang juga harus membawa alat penerangan.

Di ruang perinatologi, ruang ICU untuk bayi, inkubator praktis tidak berfungsi. Sementara di ruang ICU dan ICCU di lantai empat, keluarga-keluarga pasien diliputi kecemasan. Semua mesin pemacu kehidupan di ruang ICU praktis tak berfungsi.

”Terus terang saya waswas, apalagi listrik padam begini,” ujar Surbakti, warga Brastagi, yang menunggui ayahnya yang dirawat di ruang ICU. Ayah Surbakti sudah dua hari dirawat di ruang ICU. Listrik padam membuatnya tambah stres.

Di lorong depan ruang ICU yang gelap dan panas itu, dua perempuan menangis tersedu-sedu. Ternyata ayah mereka, OM Pangaribuan (82), baru meninggal di tengah ruangan yang gelap. Jenazah Pangaribuan dibawa ke ruang pemulasaran jenazah dengan ditandu melalui tangga darurat karena lift mati.

Jimmy, keponakan OM Pangaribuan, menyatakan kecewa dengan pelayanan rumah sakit, terutama karena listrik padam. Alat pemacu jantung otomatis tak berfungsi, semua pertolongan dilakukan secara manual.

”Tadi ada empat pasien yang dipompa napasnya secara manual,” ujar Jimmy.

Kekecewaan juga disampaikan istri Pangaribuan, boru Simanjuntak. ”Kami tidak meminta apa-apa, memang sudah waktunya Bapak meninggal. Namun, jangan begini pelayanan rumah sakit, kasihan pasien lain,” tutur Simanjuntak.

Sejumlah keluarga pasien menyayangkan rumah sakit pemerintah itu tidak mempunyai cadangan energi jika listrik padam atau terjadi kerusakan genset. Listrik menyala sekitar pukul 13.15, padam lagi sekitar 15 menit, kemudian menyala kembali hingga petang.

Empat orang meninggal

Direktur RS Pirngadi Dewi Fauziah Shahnan kepada wartawan mengatakan, selama listrik padam, empat pasien ICU dan ICCU meninggal dunia. Selain OM Pangaribuan, ada Ferry Capri (19) yang cedera di kepala akibat kecelakaan. Seorang bayi, anak Duriati, yang berumur empat hari juga meninggal karena kelainan paru-paru. Satu pasien di ruang ICCU, yakni Hebert Lumbantobing (73), juga meninggal karena sakit jantung. ”Hebert meninggal sebelum lampu padam,” tutur Dewi.

Menurut Dewi, listrik yang padam sedikit memengaruhi kesehatan pasien, tetapi bukan sebagai penyebab kematian pasien. ”Ini kecelakaan yang tak bisa diramalkan,” katanya. Dewi justru mengkritik PLN yang menyediakan listrik byarpet.

Juru bicara RS Pirngadi, Susianto, menambahkan, saat listrik padam terjadi kepanikan di ruang ICU dan ICCU. Semua alat mati, hanya ventilator yang berbaterai yang bisa hidup. Demikian pula dengan belasan orang yang terjebak di lift, tetapi mereka segera dapat dievakuasi.

Seluruh jaringan listrik di RS padam karena trafo di lantai satu gedung baru meledak sekitar pukul 09.30, diduga karena aliran listrik yang byarpet dari PLN. Asap sempat menyebar di lantai satu hingga ruang instalasi gawat darurat (IGD).

Penanggung jawab listrik RS Pirngadi, Iwansyah, mengatakan, sejak Sabtu (6/2) listrik PLN sudah padam. Dalam sehari bahkan sampai tiga kali pemadaman. Biasanya, genset menyala secara otomatis begitu listrik PLN padam. Namun, karena listrik PLN sering mati-hidup dan berganti-ganti dengan genset, trafo tak stabil dan meledak. Genset pun sempat padam.

Akibatnya, semua aktivitas rumah sakit kemarin menjadi kacau. ”Berdasarkan pengalaman ini, kami akan menyambungkan listrik ke lantai empat (ruang ICU dan ICCU) secara langsung,” tutur Iwansyah.

Pemadaman listrik di Sumatera Utara masih terus berlangsung karena pembangkit listrik GT 12 di Sicanang, Belawan, masih dalam pemeliharaan, sementara GT 10 rusak. Belum diketahui kapan pasokan listrik di Sumut akan normal kembali. (Aufrida Wismi Warastri)

 

function fbs_click() {u=location.href;t=document.title;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;} html .fb_share_link { padding:0px 0 0 20px; margin-top:5px; height:16px; background:url(http://static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?2:26981) no-repeat top left; font:normal 11px arial; } Sumber : Kompas

Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook