Alpen Steel | Renewable Energy

~ Mekanisme Tarif Multiguna Kepada Pelanggan Di atas 6.600 VA

KOMPAS/LASTI KURNIA
Dua pekerja memeriksa berbagai jenis kontrol panel kelistrikan PT Siemens Indonesia di Pulomas, Jakarta, Senin (15/2). PT Siemens Indonesia memproduksi kontrol panel kelistrikan. Produksi perusahaan ini sebagian besar diekspor ke negara-negara di Asia Pasifik dan Timur Tengah. Produksi tahun 2009 mencapai 2.400 panel dan tahun ini PT Siemens Indonesia akan meningkatkan penjualan pada pasar lokal.
Sudah Diatur di APBN
 
Mekanisme Tarif 6.600 Volt Ampere Tetap Dijalankan

 

Jakarta, Kompas - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan, penggunaan mekanisme tarif listrik untuk pelanggan 6.600 volt ampere bisa dilakukan PT PLN (Persero). Mekanisme itu sudah diperhitungkan dalam APBN 2010 sehingga bisa dilaksanakan tahun ini.

”Sebetulnya akan ada satu pembicaraan dengan DPR. Sesegera mungkin setelah rapat kerja dengan Dewan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan kepada saya. Pengaturan tarif pelanggan 6.600 VA sudah ada dalam APBN. Jadi, ini bisa dilakukan oleh PLN sendiri karena tidak menyangkut subsidi,” ujar Hatta di Jakarta, Selasa (16/2).

Sebelumnya, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh menyatakan, pemerintah akan mengkaji ulang penerapan mekanisme tarif subsidi dan nonsubsidi bagi pelanggan di atas 6.600 VA dengan tarif multiguna.

Bahkan, Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian ESDM J Purwono sudah mengirim surat kepada direksi PT PLN pada 29 Januari 2010. Intinya, pemerintah meminta agar penerapan mekanisme itu ditunda terlebih dahulu.

Keputusan direksi PT PLN untuk menerapkan mekanisme tarif multiguna kepada pelanggan di atas 6.600 VA itu didasarkan pada Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2009 tentang APBN Tahun 2010. Regulasi itu mengamanatkan pengenaan tarif dasar listrik sesuai dengan nilai keekonomian untuk kelompok pelanggan 6.600 VA ke atas yang pemakaian listriknya melebihi 50 persen dari rata-rata konsumsi nasional.

Mengurangi subsidi listrik

Penerapan mekanisme itu bertujuan untuk mengurangi besaran subsidi listrik dan meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai efisiensi atau penghematan listrik.

”Jadi, bukan berarti tidak bisa dijalankan, tetapi perlu pembicaraan dengan DPR. Mekanisme seperti ini penting karena menyangkut APBN. Namun, mekanisme ini tetap berjalan. Secara umum, nantinya akan ada penyesuaian pada APBN Perubahan 2010 karena ada kenaikan tarif dasar listrik,” ujar Hatta.

Pengamat pertambangan dan energi, Kurtubi, mengatakan, dalam situasi seperti saat ini, ketika krisis keuangan baru saja berlalu, pemerintah sebaiknya menghindarkan diri dari penetapan kenaikan tarif dasar listrik, termasuk di kelompok pelanggan 6.600 VA.

Jika pemerintah ingin mengurangi beban anggaran subsidi listrik, sebaiknya dilakukan dengan cara memperbaiki manajemen energi primer.

”Keperluan PLN akan energi primer (baik batu bara maupun gas) harus memperoleh jaminan pemerintah dengan harga DMO (di bawah harga pasar, tetapi di atas biaya pokok batu bara dan gas),” ujarnya.

Secara terpisah, Menteri Perindustrian MS Hidayat menghendaki tidak ada lagi kenaikan tarif dasar listrik yang dapat menambah beban ongkos produksi industri di dalam negeri.

Pasalnya, setiap kenaikan beban ongkos produksi akan langsung menurunkan daya saing industri dalam negeri dibandingkan dengan industri luar negeri.

”Kami mengharapkan tak ada beban biaya tambahan terhadap komponen listrik karena daya saing industri dalam struktur biaya mencakup listrik, gas, dan biaya bunga. Itu semua menimbulkan ekonomi biaya tinggi,” ungkapnya. (OIN)

 

Sumber : kompas


Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook