Alpen Steel | Renewable Energy

~ Kondisi Infrastruktur Pulau-Pulau terdepan Di Wilayah Timur Indonesia Memprihatinkan

EKSPEDISI
Pulau Terdepan Minim Infrastruktur

 

Ambon, Kompas - Kondisi infrastruktur pulau-pulau terdepan di wilayah timur Indonesia memprihatinkan. Dari 10 pulau terdepan di Maluku yang selesai di data oleh tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara, rata-rata terkendala sarana komunikasi, energi listrik, air bersih, dan transportasi.

Tim ekspedisi sudah mendata pulau-pulau terdepan di Kabupaten Maluku Barat Daya dan Maluku Tenggara Barat, yaitu Liran, Wetar, Kisar, Leti, Meatimiarang, Masela, Selaru, Batarkusu, Asutubun, dan Larat. Sepuluh pulau itu sangat minim infrastruktur dan membutuhkan kebijakan percepatan pembangunan.

”Kondisinya memprihatinkan, terutama ketersediaan saranan komunikasi, energi listrik, dan air bersih,” ujar Haris Mulyadi, Komandan Operasi Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara, Selasa (5/1), saat singgah di Tual.

Haris menjelaskan, warga di pulau-pulau terdepan itu harus mengambil air dengan berjalan kaki mendaki perbukitan. Air ditampung dalam jeriken-jeriken plastik. Anak kecil usia sekolah ikut membantu mengambil air dan membawa pulang dengan diseret karena beban terlalu berat.

Menurut Haris, listrik juga belum bisa dinikmati sebagian besar warga. Beberapa desa ada yang memiliki panel solar cell bantuan dari pemerintah, tetapi kondisinya sudah rusak karena tidak terawat. Akhirnya, banyak warga yang kembali menggunakan generator set. ”Padahal, harga bensin sangat mahal, antara Rp 12.000 dan Rp 10.000 per liter,” ujar Haris.

Berdasarkan data PT (Persero) PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, aliran listrik di Maluku baru ada di 28 pulau dari 259 pulau berpenduduk. Di Maluku Utara baru 12 pulau dari 180 pulau berpenduduk.

Sarana komunikasi juga belum menjangkau wilayah perbatasan itu. Tim Ekspedisi memberikan bantuan alat telepon satelit dari Pasifik Satelit Nusantara kepada masyarakat dua desa di Pulau Liran dan Masela.

Transportasi antarpulau juga menjadi permasalahan warga pulau-pulau terdepan. Untuk mencapai pusat-pusat perekonomian, warga bergantung pada kapal-kapal perintis. Di Maluku ada sembilan kapal perintis dan 14 feri.

Setelah menyelesaikan pendataan di Kabupaten Maluku Barat Daya dan Maluku Tenggara Barat, tim ekspedisi dari Wanadri ini menuju ke Kota Tual. (ANG)

 

Sumber : kompas


Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook