Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika

TRANSPORTASI
LIPI Perkenalkan Mobil Hibrida dan Elektrik

 

Jakarta, Kompas - Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika di bawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia berhasil merancang mobil hibrida dan mobil elektrik. Mobil hibrida menggunakan sumber energi listrik yang tersimpan di dalam baterai dan penyuplai listrik berupa generator berbahan bakar bensin.

Dibandingkan kinerja mobil konvensional, mobil hibrida LIPI hasil riset tahun 2005 hingga akhir 2009 itu menghemat biaya hingga berkisar 40 persen.

”Dibandingkan mobil konvensional dengan bensin yang diperhitungkan butuh biaya Rp 580 per kilometer, sedangkan mobil hibrida ini hanya Rp 240 per kilometer,” kata periset Abdul Hapid selaku Kepala Bidang Peralatan Transportasi Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika (Telimek) LIPI, Kamis (18/3) di Bandung.

Abdul Hapid mengatakan, riset itu bertujuan menguji sistem hibrid yang menggunakan lebih dari satu sumber energi. Ini berbeda dengan lazimnya mobil hibrida yang sudah dikembangkan terlebih dahulu di beberapa negara lainnya yang memakai sistem hibrida lebih dari satu sistem penggerak. ”Sejauh ini belum saya ketahui paten mobil hibrida seperti ini,” kata Abdul Hapid.

Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Syahrul Aiman membenarkan hal itu.

Paten mobil hibrida LIPI segera akan diupayakan. ”Mobil hibrida LIPI itu berbasis pada mobil listrik. Tujuan utamanya menghemat penggunaan bahan bakar minyak,” kata Syahrul.

43 daya kuda

Abdul Hapid menjelaskan, mobil hibrid LIPI menggunakan motor listrik yang menghasilkan daya 43 tenaga kuda. Kemampuan optimal melaju hingga mencapai 70 kilometer per jam.

”Mobil ini 100 persen menggunakan listrik. Penggunaan generator berkapasitas 2.200 watt ini untuk cadangan atau penyuplai listrik,” kata Hapid.

Dia mengatakan, risetnya masih terkonsentrasi pada pengujian sistem hibrida lebih dari satu sumber energi, yaitu berupa baterai yang bisa diisi listrik dari sumber PLN dan generator yang dirakit di dalam mobil.

Perbandingan efisiensi mesin yang lebih hemat 40 persen didasarkan pada penghitungan satu kilowatt jam senilai Rp 1.000. Daya listrik satu kilowatt jam mampu untuk menempuh 4,5 kilometer atau Rp 240 per kilometer. Kemudian diasumsikan mobil konvensional memiliki efisiensi 8 km/liter bensin. Harga satu liter bensin, yaitu Rp 4.500, jadi mobil konvensional butuh Rp 580/km. (NAW)

 

Sumber Kompas

 


Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook