Alpen Steel | Renewable Energy

~ Bank Pembangunan Asia, Investasi Solusi Efisiensi Energi Di Indonesia

Potensi Efisiensi Energi
Butuh 4 Miliar Dollar AS untuk Lima Tahun

 

Jakarta, Kompas - Bank Pembangunan Asia memperkirakan, investasi untuk solusi efisiensi energi di Indonesia membutuhkan dana 4 miliar dollar AS dalam lima tahun ke depan. Peluang pasar ini perlu dimanfaatkan bank-bank komersial dan sektor industri.

Menurut Direktur Divisi Air dan Energi ADB untuk Asia Tenggara, Anthony Jude, dalam konferensi bertema ”Pembiayaan Solusi Efisiensi Energi 4 Miliar Dollar AS di Indonesia”, Kamis (26/11) di Jakarta. Investasi untuk solusi efisiensi energi belum dikembangkan di Indonesia karena rendahnya partisipasi perbankan domestik dan internasional, serta sektor industri.

Jude menyatakan, potensi pasar untuk perbaikan demi menghemat energi pada bangunan komersial dan fasilitas industri lain diperkirakan sebesar 4 miliar dollar AS. Jenis-jenis proyek penghematan energi ini bisa dari modifikasi sistem kelistrikan hingga perbaikan sistem pendingin udara dan pencahayaan.

Sebagai contoh, bank komersial ikut mendanai proyek 420.000 dollar AS untuk memperbaiki mesin pendingin, pompa, dan sistem pencahayaan bangunan perkantoran besar. Hal ini bisa mengurangi biaya listrik 100.000 dollar AS per tahun. Modal investasi bagi penghematan ini kembali dalam 4 tahun.

Atas dasar itu, ADB siap mengucurkan dana pinjaman 300 juta sampai 400 juta dollar AS per tahun untuk Indonesia. Jadi, total dana pinjaman yang siap dikucurkan ADB untuk efisiensi energi di Indonesia dalam lima tahun ke depan mencapai 2 miliar dollar AS atau separuh dari total kebutuhan investasi itu.

Menurut Ketua Panel Ahli Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia Eddie Widiono, dari sisi suplai, kendala yang dihadapi adalah banyak pembangkit listrik tidak efisien. Dari sisi permintaan, banyak industri sulit menghemat energi karena tidak memiliki dana mengganti mesin dan pencahayaan yang lebih efisien.

Karena itu, perlu dicari model pendanaan untuk solusi efisiensi energi bagi sektor industri dan penyedia jasa efisiensi energi. Perbankan lebih tertarik mendanai proyek pembangunan fisik dibanding mendanai mesin hemat energi.

Kepala Sekretariat Dewan Nasional Perubahan Iklim Indonesia Agus Purnomo menambahkan, pemerintah harus menciptakan suasana yang kondusif untuk mendorong efisiensi energi. Salah satunya dengan membuat aturan pelaksanaan yang memuat soal insentif bagi pemilik bangunan yang merenovasi gedung agar energi lebih efisien.

Pemerintah tidak perlu mewajibkan masyarakat berhemat energi, tetapi bisa dengan memberikan informasi kepada konsumen tentang produk elektronik yang hemat energi melalui sertifikasi. Pemerintah juga bisa membebaskan pajak impor untuk mesin pembangkit berbasis panas bumi dan produk rumah tangga yang hemat energi. (EVY)

 

Sumber : Kompas


Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook