Alpen Steel | Renewable Energy

~ Kampanye Hemat Energi

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, yang sebelumnya terang benderang, berubah temaram saat peringatan Earth Hour, Sabtu (27/3). Peringatan Earth Hour dilakukan dengan memadamkan listrik selama satu jam, mulai pukul 20.30 hingga pukul 21.30, sebagai simbol dukungan hemat energi yang berdampak pada pengurangan pemanasan global dan antisipasi perubahan iklim.
 
Gelap dan Bebas Asap
Sosialisasi Minim, Respons di Daerah Kurang

 

Jakarta, Kompas - Akhir pekan ini, Jakarta dipadati kegiatan peduli lingkungan. Dimulai pada Sabtu (27/3), selama satu jam penuh Jakarta gelap gulita antara pukul 20.30–21.30. Kampanye hemat energi ini dilakukan sebagai wujud dukungan terhadap gerakan global Earth Hour.

Hari ini, Minggu (28/3), giliran hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) diselenggarakan lagi di Ibu Kota, tepatnya di ruas Jalan Sudirman-MH Thamrin antara pukul 06.00 hingga tengah hari.

”Kalau tahun 2009 hanya dilakukan pemadaman di Jalan Sudirman, MH Thamrin, Gatot Subroto, dan Rasuna Said, kali ini meluas ke berbagai penjuru Jakarta. Sedikitnya, ada 400 pengelola gedung yang turut aktif dalam Earth Hour 2010,” kata Gubernur DKI Fauzi Bowo.

Fauzi Bowo yang juga duta WWF mengatakan, aksi Earth Hour di Jakarta yang kedua kalinya ini menghemat daya listrik 150 megawatt (MW). Pada 2009, kegiatan serupa di Jakarta menghemat energi listrik 50 MW.

Sabtu kemarin, pemadaman listrik serentak di kota-kota besar di dunia saling susul dilakukan. Sebelum Jakarta padam, terlebih dulu kegelapan muncul di Pulau Chatam dan Auckland di Selandia Baru, Sydney dan Melbourne di Australia, juga beberapa tempat di Kepulauan Fiji.

Berbagai daerah

”Mohon maaf, setengah jam lagi, sebagian lampu akan kami matikan,” kata salah satu pelayan di Food and Beverages Toko Buku Gramedia Grand Indonesia. Tepat pukul 20.30 sebagian besar di mal terbesar itu padam.

Sementara itu, dari jendela kaca terlihat Bundaran HI tiba-tiba gelap gulita. Lampu-lampu jalan seperti diatur saling susul padam. Tugu Monas yang biasa terlihat megah menjulang dibantu tata lampu itu hanya menyisakan siluet. Namun, tidak semua penerangan bertenaga listrik di gedung-gedung tinggi padam seperti yang terlihat di sepanjang Jalan MH Thamrin.

Di beberapa daerah respons untuk berpartisipasi mematikan lampu ini belum banyak sambutan. Dari pengamatan, sejumlah kota besar, seperti Semarang, Solo, Surabaya, Bandung, dan Makassar, tetap menyala.

Di Kota Semarang dan Solo, Jawa Tengah, pada jam itu lampu kota dan baliho iklan tetap menyala. Demikian juga gedung-gedung milik pemerintah, kantor swasta, dan rumah penduduk.

Di Surabaya, meski suasana agak berbeda dengan biasanya karena di beberapa lokasi agak gelap, tetapi masih banyak gedung dan rumah penduduk yang menghidupkan lampu. Di beberapa hotel berbintang, lampu hanya dipadamkan di selasar hotel.

Meskipun Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengirim pesan singkat ke seluruh jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah lingkup Provinsi Jawa Barat, serta kepada semua bupati/wali kota untuk mendukung kampanye Earth Hour, Kota Bandung tetap terang benderang.

Di Makassar, bahkan, tidak ada imbauan dari pencinta lingkungan ataupun pejabat pemerintah untuk menghentikan penggunaan listrik selama sejam seperti yang marak diserukan di kota-kota lain. Alhasil, kota berpenduduk 1,5 juta jiwa ini tetap gemerlap.

(PRA/INU/SIN/UTI/EKI/ DMU/ICH/RIZ/NAR)

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook