Alpen Steel | Renewable Energy

~ Gunung Ciremai, Gunung Pangrango, dan Gunung Papandayan

DPR Apresiasi Proyek Geotermal Jabar

 

BANDUNG, KOMPAS - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat mengapresiasi proyek panas bumi (geotermal) yang saat ini dalam upaya pengembangan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Proyek itu sejalan dengan upaya pemenuhan energi listrik 10.000 megawatt (MW) pada tahap kedua.

"Kami sangat mendukung sikap proaktif Jabar mengembangkan energi panas bumi. Ini adalah energi masa depan yang menjanjikan. Apalagi, panas bumi ini ditargetkan bisa memenuhi 50 persen dari 10.000 MW energi listrik yang ditargetkan pemerintah pada tahap kedua," kata Ketua Komisi VII DPR Teuku Riefky Harsya, Selasa (22/6). Riefky memimpin rombongan anggota Komisi VII DPR dalam kunjungan kerjanya di Jabar. Rombongan itu ditemui Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Jabar juga dinilai memiliki kesempatan lebih besar mengembangkan energi panas bumi karena potensinya yang begitu besar di wilayah ini. Jabar memiliki potensi panas bumi 6.101 MW atau 21,7 persen dari total potensi panas bumi yang ada di Indonesia. Sebanyak 40 persen potensi panas bumi di dunia ada di Indonesia. Biaya besar

Namun, pengembangan energi panas bumi ini terhambat besarnya biaya investasi penambangan. Sebelum mengeksplorasi lubang panas bumi, perusahaan penambangan harus melakukan riset setidaknya sampai setahun untuk memastikan potensi panas bumi itu benar-benar dimiliki kawasan tertentu.

"Besarnya biaya eksplorasi membuat proyek penambangan ini berisiko bisnis besar. Perusahaan terancam merugi jika potensi panas bumi ternyata tidak sesuai dengan perkiraan," kata Asfihani, anggota Komisi VII yang menangani bidang sumber daya mineral dan lingkungan ini.

Heryawan mengatakan, saat ini pihaknya menunggu izin wilayah kerja penambangan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bagi tiga lokasi, yakni Gunung Ciremai, Gunung Pangrango, dan Gunung Papandayan.

Selama ini telah beroperasi empat pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Jabar dengan kapasitas 770 megawatt elektrik (MWe). Keempat pembangkit itu adalah PLTP Kamojang (140 MWe), PLTP Gunung Salak (375 MWe), PLTP Darajat (145 MWe), dan PLTP Wayang Windu (110 MWe). Listrik yang dihasilkan dijual ke PLN Distribusi Jawa-Bali.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke China awal Juni lalu Heryawan juga bertemu dengan sejumlah pengusaha dalam Forum Bisnis Indonesia-China. Dalam pertemuan itu, Heryawan menawarkan sejumlah proyek, antara lain Bandara Kertajati dan tiga proyek PLTP.

Pertemuan itu difasilitasi Badan Koordinasi Penanaman Modal. Nilai total proyek yang ditawarkan mencapai lebih dari Rp 6 triliun. Sekitar Rp 3 triliun di antaranya adalah estimasi biaya proyek Bandara Kertajati. (REK)

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook