Alpen Steel | Renewable Energy

~ 29 Asosiasi Menolak Rencana Pemerintah Menaikkan Tarif Dasar Listrik

Tarif Naik, Daya Saing Lemah
Industri Menengah dan Besar Penerima Subsidi Listrik Terbesar Kedua

 

Jakarta, Kompas Sebanyak 29 asosiasi menolak rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik 10-15 persen pada Juli 2010. Kenaikan tarif dasar listrik dinilai tidak hanya menaikkan biaya pokok produksi, tetapi juga akan berdampak pada daya saing Indonesia di pasar domestik dan global.

Hal itu disampaikan Ketua Koordinator Forum Lintas Asosiasi Franky Sibarani seusai rapat tertutup dengan 29 asosiasi di Jakarta, Rabu (5/5).

Sementara itu, Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral J Purwono menjelaskan, persentase kenaikan tarif dasar listrik (TDL) disesuaikan dengan kemampuan anggaran negara dan kemampuan bayar tiap segmen pelanggan. ”Meski TDL bagi industri naik, itu masih tarif subsidi sehingga daya saing industri masih baik. Jika biaya listrik 5-10 persen dari biaya produksi, kenaikan TDL 12 persen hanya meningkatkan biaya produksi 1,2 persen,” kata dia.

Untuk menekan biaya, industri diimbau meningkatkan efisiensi penggunaan listrik. Berdasarkan data tahun 2009, pelanggan industri golongan menengah dan besar termasuk penerima subsidi terbesar kedua setelah rumah tangga kecil.

Menurut Direktur Bina Usaha Kelistrikan Kementerian ESDM Maryam Ayuni, dari hasil survei enam perguruan tinggi diketahui, kenaikan TDL tidak berdampak signifikan pada inflasi.

Sumber energi

Forum asosiasi, kata Franky, sepakat mendesak pemerintah untuk mengoptimalkan sumber daya energi dalam negeri. ”Tahun 2008, saat industri didorong menggunakan energi alternatif, industri segera beralih dari penggunaan listrik ke gas. Ternyata, industri kini dibenturkan dengan minimnya pasokan dan kenaikan harga gas,” kata Franky.

Untuk menyatakan penolakan terhadap kenaikan TDL, Forum Lintas Asosiasi akan mengirimkan surat resmi kepada Presiden. ”Ini karena kenaikan TDL berimplikasi besar. Wacana meningkatkan pertumbuhan industri hanya akan jadi ilusi,” ujar dia.

Ketua Asosiasi Semen Indonesia Urip Timoryono menuturkan, industri semen menggunakan listrik 30-40 persen sehingga kenaikan TDL berdampak pada kenaikan harga di tingkat konsumen. ”Kalau tidak bisa bersaing di pasar domestik, akan memberi peluang masuknya produk impor yang bea masuknya nol persen,” kata Urip.

Hal senada diungkapkan pelaku industri lain. ”Kami sedang merelokasi industri elektronik ke Indonesia. Kini kami mempertanyakan komitmen pemerintah. Bagaimana dukungannya terhadap industri yang sudah ada di Indonesia agar struktur biaya bersaing?” kata Wakil Sekjen Federasi Gabungan Elektronik Indonesia Yeanne Keet. (OSA/EVY)

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook