Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Unit Bisnis Pembangkitan Priok PT Indonesia Power di Tanjung Priok

KOMPAS/RIZA FATHONI
Teknisi sedang melakukan perawatan rutin pada casing turbin gas Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Unit Bisnis Pembangkitan Priok PT Indonesia Power di Tanjung Priok, Jakarta, yang memiliki kapasitas terpasang total 1.348 MW, Rabu (28/ 10).
 
ENERGI
Listrik Kelas Dunia

 

Kehidupan modern perlu pasokan listrik. Pertumbuhan ekonomi 6 persen per tahun perlu pertumbuhan listrik 9 persen per tahun. Baru 65 persen rumah tangga di Indonesia mendapat sambungan listrik, terendah di kawasan ASEAN. Nengah Sudja

Menurut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2009-2018, perlu dana investasi 83,689 miliar dollar AS untuk dapat memenuhi kebutuhan dari 23.411 MW menjadi 57.887 MW.

Upaya penyediaan tenaga listrik merupakan upaya padat modal, teknologi tinggi, dan waktu pengadaan relatif lama.

Pemadaman listrik bergilir di luar Jawa-Bali yang sudah sejak lama terus terjadi terabaikan. Pemadaman listrik bergilir Oktober 2009 menyentak Ibu Kota, pusat pemerintahan di Jakarta. Semoga kegagalan secara nasional ini dapat dijadikan momentum untuk menata kembali pengelolaan listrik secara lebih profesional.

Solusi

Dengan menyadari implikasi tersebut di atas, sudah saatnya pemerintah maupun masyarakat mengembangkan pemikiran baru untuk mewujudkan penyediaan listrik yang andal dan kompetitif guna mendukung pembangunan ke depan. Untuk itu, beberapa langkah solusi perlu dipertimbangkan.

Pertama, segera naikkan tarif dasar listrik (TDL) guna meningkatkan pendapatan PLN yang lebih mencerminkan tingkat pengembalian biaya (cost recovery). Tak ada usaha hidup sehat tanpa pengembalian biaya. Tinjauan kenaikan TDL perlu dilakukan secara berkala, setiap enam bulan/tahun. Tidak perlu TDL dinaikkan seketika sepenuhnya. Jangan ulangi kesalahan kenaikan 100 persen tarif bahan bakar minyak 2006 yang berdampak inflasi tinggi dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Kenaikan TDL langkah efektif untuk melakukan penghematan, mengurangi pemakaian listrik, investasi, pemakaian bahan bakar, suku cadang, polusi, dan pemanasan global.

Kedua, tata kembali perencanaan jangka panjang penyediaan tenaga listrik. Rencana pembangunan sistem ketenagalistrikan benar dilakukan berdasarkan asas perencanaan optimal. Jangan diizinkan diganggu oleh para pelobi, makelar listrik. Perencanaan tetap mengacu pada kebutuhan (demand oriented), bukan pada proyek (project oriented), seperti program 10.000 MW, tidak dipersiapkan secara memadai aspek teknis/pembiayaannya (Nengah Sudja, Kompas, 7/8/2006).

Ketiga, lakukan pengelolaan aset secara profesional. Listrik tak dapat disimpan. Karena, itu proses perencanaan dan jadwal pemeliharaan perlu diatur secara efisien, disiplin ketat. Agar gangguan mendadak (forced outage) dapat dikurangi. Gangguan listrik mengganggu irama kehidupan, menurunkan kualitas hidup. Nilai ekonomi gangguan listrik bisa dihitung: 2,70 per kWh, 30-40 kali nilai pengadaan 7-9 sen per kWh. Sistem Jawa-Bali berbeban puncak 16.000 MW, apabila sekali padam selama 2,5 jam, bernilai ekonomi Rp 1 triliun.

Keempat, wajib pengamanan pasokan energi dalam negeri, kepastian jaminan ketersediaan energi primer (volume, mutu, dan harga) untuk pembangkitan tenaga listrik, dalam bentuk domestic market obligation (DMO). Jangan langgar UUD 1945 Pasal 33 dan Undang-Undang Energi Nomor 30 Tahun 2007.

Kelima, atur kembali listrik swasta mengacu pada praktik industri dan niaga yang sehat. Investasi swasta diperlukan untuk mempercepat proses elektrifikasi, tetapi jangan dimanjakan. Swasta diberikan tingkat perolehan return yang wajar (tak berlebihan), sedangkan TDL PLN dibiarkan tertekan.

Keenam, tinjau kembali UUK No 30/2009 karena tidak jelas arah dan tujuannya. Berpotensi melanggar amar keputusan Mahkamah Konstitusi mengenai unbundling secara vertikal. Perlu pengikutsertaan partisipasi masyarakat. Bentuk public utility commission, consumers board yang independen (dari unsur konsumen, industri, perguruan tinggi, dan pemerintahan) guna mengatur, menjamin pendapatan PLN demi kelangsungan pelayanan. Namun, hak konsumen diakui untuk mendapat pelayanan (pemutusan, tagihan rekening listrik yang membengkak) dan TDL yang pantas.

Ketujuh, tingkatkan profesionalisme. Pengangkatan direksi/dewan komisaris benar berdasarkan atas kompetensi, karakter, dan jenjang profesi. Pilihan tidak dilakukan berdasarkan perkoncoan, koneksi, dan setoran. Restrukturisasi organisasi PLN berdasarkan kajian matang. Jangan lagi ada permainan politik, direktorat perencanaan dan pembangunan dihapus waktu tingkat pertumbuhan tinggi. Namun, direktorat pemasaran dibentuk walaupun kekurangan pasokan.

Kelas dunia

PLN dengan cakupan wilayah kerja yang luas dan dengan jumlah pelanggan 36 juta (2008) berpotensi menjadi perusahaan listrik kelas dunia E-7 (seperti Tokyo Electric Power Company, EdF di Perancis, dan RWE di Jerman). Masalahnya, bagaimana meningkatkan mutu pelayanan (jumlah gangguan kurang dari 0,1 hari per tahun) dan tingkat perolehan ROR menjadi sekitar 10 persen per tahun.

Untuk menjadi unggul perlu E > mc (Obelenskey N, Practical Business Re-engineering) di mana E > excellence; m > motivasi, jadikan PLN perusahaan kelas dunia; c > competence; c> courage, keberanian menyatakan keyakinan profesi, siap mundur, menolak intervensi dari luar yang mengganggu hidup perusahaan; c > culture, budaya kerja keras, tepat waktu, disiplin, efisien, adil, dan bersih.

Saya jumpai banyak anak muda jujur, punya semangat, dan idealis menjadikan PLN perusahaan kelas dunia, satu growth of excellence di Tanah Air. Mereka punya kemauan, terus menambah ilmu pengetahuan, rajin, disiplin, dan mau bekerja keras. Tinggal pembinaan iklim kerja yang kondusif.

Kepada siapa lagi kalau bukan kepada generasi muda kita serahkan pengembangan tenaga listrik di Tanah Air guna meningkatkan kemakmuran, kesejahteraan, dan ketahanan nasional. Berjaya di negeri sendiri dan bersaing secara global.

Selamat berjuang, semoga listrik terus menyala.

Nengah Sudja, Peneliti Energi

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook