Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pengusaha Minta Hapuskan Segala Tarif Terkait Penyediaan Energi Listrik Terhadap Industri

TARIF LISTRIK
Pengusaha Minta Beban Lain Dihapuskan

 

Jakarta, Kompas - Kenaikan tarif dasar listrik atau TDL mengancam kelangsungan industri. Kalangan pelaku usaha meminta pemerintah mengimbangi kenaikan TDL dengan menghapuskan segala tarif terkait penyediaan energi listrik yang dibebankan ke industri.

Hal itu disampaikan terpisah Ketua Koordinator Lintas Asosiasi Franky Sibarani, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ernovian G Ismy, dan Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko di Jakarta, Rabu (16/6).

”Pengusaha meminta pemerintah tegas menghapuskan segala bentuk tarif terkait energi listrik per 1 Juli 2010, yang jumlah 37 buah. Beban puncak, tarif daya max, atau tarif apa pun. Ini membebani industri,” kata Franky.

Menurut Ernovian, mengimbangi kenaikan TDL, pengusaha hanya dapat ”memainkan” komponen biaya produksi, seperti mengefisienkan bahan baku. Suku bunga bank dan manajemen pemasaran tak dapat dikutak-katik. ”Kalau bahan baku dikurangi 0,5 persen, industri diperkirakan merasionalisasi 0,84 persen pekerja dari setiap industri. Jumlah pekerja di industri tekstil 1,3 juta orang sehingga tenaga kerja yang terkena rasionalisasi bisa 10.920 orang,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Ernovian, pengusaha tidak mungkin menaikkan harga jual produknya karena pasar akan menolak dan memilih produk negara lain.

Adapun Eddy Widjanarko khawatir daya saing industri sepatu bakal merosot. Alasannya, kenaikan TDL membuat biaya produksi meningkat sekitar 1 persen. ”Biaya produksi bisa naik Rp 10 per pasang. Padahal, dari 360 pabrik di bawah binaan Aprisindo, rata-rata produksinya 1 juta-1,5 juta pasang per bulan untuk industri besar,” ujar dia.

Adapun produksi industri sepatu kecil dan menengah 100.000-500.000 pasang per bulan. ”UKM yang sulit melakukan efisiensi dan kalah di pemasaran akan hancur digusur produk impor yang kompetitif,” ujar Eddy.

Di Yogyakarta, mahasiswa yang tergabung dalam Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional berunjuk rasa menolak rencana pemerintah menaikkan TDL. (OSA/ENG)

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook