Alpen Steel | Renewable Energy

~ Calon Gubernur Provinsi Jambi Nomor Urut Empat Ambisi Kan Program Desa Mandiri Energi

KOMPAS/BONI DWI PRAMUDYANTO
Calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi Jambi nomor urut empat, yakni Safrial-Agus Setyonegoro, melambaikan tangan di hadapan para pendukungnya seusai kesepakatan bersama mewujudkan pilkada damai, Selasa (1/6) di Kota Jambi. Pasangan yang diusung PDI-P dan partai nonparlemen ini menyatakan siap membangun perekonomian di wilayah pedesaan dengan tetap mengutamakan kelestarian lingkungan.
Mereka Ingin Kembali Membangun Desa

 

 

Boni Pramudyanto

Safrial dan Agus Setyonegoro merupakan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang ingin mencitrakan diri sebagai sosok calon pemimpin yang lekat dan dekat dengan rakyat Jambi.

 Kesan tersebut muncul setelah melewatkan beberapa kali perjumpaan dengan kedua sosok tersebut di kampanye dialogis dan simpatik, awal Juni di Jambi. Kesan ini juga diperkuat setelah pasangan yang berlatar belakang sebagai birokrat dan akademisi tersebut menjabarkan program kerja mereka di ajang penyampaian visi dan misi serta ajang debat.

Jika dibandingkan dengan semua calon gubernur dan calon wakil gubernur yang lain, strategi pencitraan diri pasangan nomor urut empat Safrial-Agus Setyonegoro ini boleh dibilang unik dan berbeda. Mereka berani melawan arus strategi kampanye yang secara umum berlaku di negara ini.

Pasca-deklarasi pasangan pilkada pada 22 Maret 2010, Safrial-Agus Setyonegoro bersama segenap partai politik pendukung dan tim sukses secara mufakat memutuskan melaksanakan konsep kampanye dialogis dan simpatik. Keputusan ini juga bisa diartikan bahwa pasangan itu tidak akan melaksanakan strategi kampanye terbuka.

”Bentuknya, kami langsung terjun menyapa masyarakat di semua wilayah Jambi. Selain itu, kampanye dialogis juga digelar dengan cara berdiskusi langsung dengan rakyat. Lewat strategi ini, kami yakin bisa merebut simpati rakyat,” kata Safrial saat ditemui seusai debat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Kota Jambi, pekan lalu.

Disadari, keputusan bulat untuk melaksanakan kampanye dialogis dan simpatik mengandung konsekuensi, yakni harus siap lelah fisik maupun pikiran. Dari sejumlah referensi buku- buku politik dan diskusi dengan beberapa tokoh politik tingkat pusat, Safrial menjelaskan, model kampanye dialogis dan simpatik memiliki efek kejut yang besar dibandingkan dengan kampanye pengerahan massa dan terbuka.

Bahkan, diyakini efek domino pola ini akan bertambah besar jika Safrial dan Agus sering berjumpa dengan rakyat. Akhirnya, mereka memantapkan diri untuk berjumpa dengan semua elemen masyarakat di 11 kabupaten/kota di Jambi.

Program kerja

Di sela-sela kampanye simpatiknya di Kabupaten Muaro Jambi awal pekan silam, Safrial menyatakan tekadnya melaksanakan pembangunan ekonomi di kawasan pedesaan dengan memberdayakan potensi lokal, dengan mempertimbangkan prinsip keberlanjutan lingkungan.

”Intinya, pembangunan ekonomi harus dilaksanakan merata hingga ke desa-desa, tetapi tidak boleh sembarangan saja alias merusak lingkungan,” kata pria yang menjabat Bupati Tanjung Jabung Barat ini.

Salah satu caranya dengan mengupayakan kemandirian energi listrik pedesaan melalui penciptaan tenaga listrik berbasis potensi lokal, perkuatan jaringan distribusi listrik ke pusat-pusat industri, pemerataan listrik pedesaan melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro, dan sistem energi berbasis solar home system. Sistem energi ini tidak sulit dan sangat sesuai diterapkan di pedesaan.

Dia juga menjelaskan program kerja kemandirian energi akan digabungkan dengan aspek keilmuan di bidang teknik energi disertai pembangunan infrastruktur pedesaan. Jadi, ada sejumlah dampak bagi desa, mulai dari perbaikan fasilitas, peningkatan sumber daya manusia pedesaan, peningkatan perputaran uang, pasokan listrik yang baik, dan akhirnya terwujud masyarakat yang sejahtera.

”Kalau meminjam perumpamaan sejumlah tokoh bangsa ini, saya melihat sudah saatnya konsep ’Ayo Kembali ke Desa dan Mulai Membangun Desa’ dilaksanakan. Saya yakin perkuatan perekonomian desa merupakan perkuatan basis ekonomi bangsa,” katanya.

Keseimbangan lingkungan

Di bidang pertambangan, Safrial berjanji akan mengelola secara seimbang antara manfaat ekonomi dan meminimalisasi dampak lingkungan. Untuk mewujudkannya, perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan aktivitas pengusaha, berani dan tegas menertibkan aktivitas tambang yang berpotensi merusak lingkungan.

Pertimbangan itu pula yang mendorong Safrial memilih Agus sebagai calon wakil gubernur. Keduanya sama-sama peduli terhadap lingkungan sehingga menjadi modal utama mewujudkan konsep pembangunan ekonomi berwawasan lingkungan.

”Saat ini kan dunia sedang gencar melakukan kampanye mencegah pemanasan global. Saya akan dukung hal itu salah satunya dengan menggunakan energi alternatif dan terbarukan,” katanya.

Tak butuh waktu lama

Agus Setyonegoro mengaku tidak butuh waktu lama untuk berpikir dan langsung menyatakan menerima lamaran dari Safrial pada akhir 2009 untuk maju dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jambi. Agus yang berprofesi sebagai dosen di Universitas Jambi dan pernah bersaing di pemilihan wali kota Jambi dari jalur perseorangan ini mengaku tertantang lagi untuk memajukan Jambi.

”Latar belakangnya sederhana, Provinsi Jambi ini butuh pemimpin yang tak lagi sekadar punya jiwa kepemimpinan, tapi juga cerdas dan berilmu. Saya yakin bisa mewujudkan hal itu dalam mendampingi Pak Safrial, tentunya jika rakyat mengizinkan,” kata pria yang juga mendapat dukungan penuh dari koalisi PDI-P, PKPB, PPRN, Partai Republikan, dan Partai Barisan Nasional.

Pasangan ini juga memiliki program prioritas lainnya, yakni mewujudkan birokrasi yang bersih dan berkualitas. Hal ini akan dilakukan dengan terus menggulirkan program pemerintah pusat soal reformasi birokrasi secara bertahap, terukur, dan berkesinambungan; peningkatan kinerja birokrasi dengan memperbaiki prosedur kerja; pemanfaatan teknologi; transparansi dan akuntabilitas; mewujudkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik; serta memberlakukan sanksi tegas terhadap aparat yang melanggar.

Semua itu tidak bisa terwujud tanpa diimbangi reformasi sistem remunerasi dan kesejahteraan, baik dalam konteks pembayaran gaji pegawai, pemberian insentif bagi pegawai berprestasi, maupun peningkatan alokasi dana untuk pos pelayanan publik.

 

Sumber : kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook