Alpen Steel | Renewable Energy

~ PT Energy Equity Epic Sengkang, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan

Pendudukan Warga Berakhir
Hingga Sabtu Malam, Listrik Masih Padam

 

Makassar, Kompas - Situasi di kompleks PT Energy Equity Epic Sengkang, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (1/5), berangsur normal setelah ratusan warga yang menduduki kantor perusahaan tersebut, sejak Kamis lalu, membubarkan diri.

Meski demikian, pemadaman listrik yang diduga ekses dari aksi pendudukan tersebut hingga semalam masih berlangsung di sebagian wilayah Kabupaten Wajo.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Wajo M Asri mengatakan, situasi Wajo sudah kondusif. Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, melalui Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru, telah mengimbau kepada warga agar tetap mengedepankan cara-cara dialog dalam menyampaikan tuntutan kepada PT Energi Equity Epic Sengkang (EEES).

”Warga diminta bersabar dan menyerahkan penyelesaian masalah kepada unsur-unsur yang berkompeten, mulai dari Pemerintah Kabupaten Wajo, manajemen PT EEES, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, hingga pemerintah pusat,” kata Asri.

Informasi yang dihimpun Kompas, sejak Kamis lalu ratusan warga Kecamatan Gilireng dan sekitarnya menduduki halaman dan kantor PT EEES. Tindakan itu dilakukan setelah rangkaian pertemuan antara warga, pemerintah setempat, dan manajemen PT EEES tentang bagi hasil dari eksploitasi gas sejak beberapa tahun lalu mengalami kebuntuan.

Menurut Asri, setidaknya sudah dua tahun warga dan Pemerintah Kabupaten Wajo menuntut PT EEES melakukan bagi hasil. ”Kas daerah Kabupaten Wajo mendapat 12 persen dari total penghasilan dari kegiatan eksploitasi gas,” ujarnya.

 

Tuntutan itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Warga, lanjut Asri, menuntut PT EEES yang sudah 13 tahun beroperasi di Wajo ikut berkontribusi menata irigasi yang semakin merosot di daerah tersebut.

Akibat pembahasan seputar tuntutan pemerintah dan warga tidak membuahkan hasil serta terkesan berlarut-larut, ratusan warga Gilirang dan sekitarnya kesal. Akhirnya pada Kamis lalu mereka menduduki halaman dan teras kantor perusahaan gas tersebut.

Menurut Asri, puluhan karyawan PT EEES terpaksa dievakuasi aparat keamanan demi menghindari bentrokan dengan warga.

Buntut dari terganggunya aktivitas PT EEES, pasokan gas ke pembangkit listrik tenaga gas setempat tersendat sehingga terjadi pemadaman listrik.

Puncaknya, kemarin mulai pukul 05.00 Wita hingga semalam, aliran listrik ke Sengkang, ibu kota Kabupaten Wajo, terputus.

H Muhammad Baru (49), warga Sengkang, mengatakan, semalam Kota Sengkang gelap gulita. Sebagian warga mengatasi keadaan dengan menggunakan genset, sedangkan sebagian lainnya menggunakan lilin untuk penerangan.

Hingga Sabtu malam, Kompas belum berhasil mengonfirmasi masalah ini dengan manajemen PT EEES yang berlokasi sekitar 200 kilometer arah utara Kota Makassar. (NAR)

 

Sumber : kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook