Alpen Steel | Renewable Energy

~ Proyek Listrik Tahap II Telan Dana 16,343 miliar dollar AS

Investasi Proyek 10.000 MW II Capai 16 Miliar Dollar

KOMPAS/HERU SRI KUMORO

JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek percepatan pembangunan pembangkit listrik tahap II diperkirakan menelan dana 16,343 miliar dollar AS. Kebutuhan dana investasi itu untuk pembangkit tenaga listrik dan transmisi listrik. Pendanaan itu akan berasal dari anggaran pendapatan dan belanja nasional, anggaran internal PT PLN dan sumber dana lain yang sah.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral J Purwono, Jumat (29/1/2010), saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta.

Menurut dia, dana investasi yang dibutuhkan dalam percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan energi terbarukan, batubara dan gas serta transmisi terkait diestimasikan sebesar 16,343 miliar dollar AS.

Dengan rincian, terdiri dari kebutuhan dana investasi untuk pembangkit tenaga listrik 15,96 miliar dollar AS dan transmisi tenaga listrik sebesar 383 juta dollar AS.

Terkait kapasitas, lokasi pembangkit tenaga listrik, dan transmisi terkait dalam program percepatan 10.000 MW tahap II ini dituangkan dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Dalam peraturan menteri ini, komposisi energi primer untuk pembangkit tenaga listrik yang akan dikembangkan hingga tahun 2014 adalah panas bumi 39 persen, air 12 per sen, batubara 33 persen, dan gas 16 persen.

Total estimasi kapasitas pembangkit tenaga listrik yang akan dikembangkan adalah sebesar 10.153 Mega Watt, yang terdiri dari 5.770 MW (57 persen) berlokasi di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali dan 4.383 MW (43 persen) berlokasi di luar sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali.

Dari total kapasitas sebesar itu, direncanakan akan dilaksanakan PT PLN sebesar 5.118 MW (50 persen) dan melalui kerja sama antara PT PLN dan pengembang listrik swasta dengan skema jual beli tenaga listrik 5.035 MW (50 persen). "Energi primer dan batubara untuk pembangkitan listrik masih diperlukan untuk mencukupi kebutuhan tenaga listrik yang diperlukan," ujarnya.

Namun pelaksanananya wajib memakai teknologi ramah lingkungan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Adapun berkaitan pengembangan energi terbarukan untuk pembangkit listrik, pemerintah tetap akan mendorong dan memberi prioritas dalam pemanfaatannya.

Transmisi terkait percepatan pembangunan pembangkit yang direncanakan akan dibangun adalah transmisi tegangan 500 kV, 275 kV, 150 kV, dan 70 kV dengan total estimasi panjang jaringan adalah 3.490 kms. Dari total estimasi panjang jaringan itu, 816 kms (23 persen) dibangun pada sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali, dan sepanjang 2.674 kms (77 persen) dibangun pada luar sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali.

Dalam peraturan presiden nomor 4 tahun 2010, komposisi energi primer untuk pembangkit lis trik yang akan dikembangkan tidak lagi didominasi oleh batubara saja, tetapi membuka peluang untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan seperti panas bumi dan air, di samping energi non fosil lain yaitu gas bumi.

Terkait pelaksana pembangunan, dalam peraturan presiden itu, pelaksanaan percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik dilakukan melalui penugasan pemerintah kepada PT PLN dan melalui kerja sama antara PT PLN dan pengembang listrik swasta dengan skema jual beli tenaga listrik. Dalam hal jaminan, pemerintah menjamin kelayakan usaha PT PLN sesuai aturan perundang-undangan.

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook