Alpen Steel | Renewable Energy

~ Saling Gugat Dalam Sengketa Tanah PLTU


Bottom of Form

Sengketa Tanah PLTU

Warga dan PT CEP Saling Gugat

Cirebon, Kompas - Warga Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, dan PT Cirebon Electric Power saling menggugat dalam kasus sengketa tanah Pembangkit Listrik Tenaga Uap Kanci. Warga yang diwakili LSM Geger melaporkan PT CEP selaku kontraktor pembangun PLTU karena diduga menipu warga dan memalsukan data notaris. Sebaliknya, PT CEP melaporkan presidium LSM Geger atas perbuatan melawan hukum. Kuasa hukum PT CEP, Pandji Amiarsa, ditemui di Pengadilan Negeri Kabupaten Cirebon, Kamis (2/6), mengatakan, pihaknya akan melaporkan Wakil Ketua LSM Geger Sa'adi. "Salah satu alasannya, dia awalnya mewakili lima warga saja, tetapi mengklaim mewakili 39 warga. Jika sekarang ada tanda dukungan, hal itu dilakukan baru-baru ini saja," kata Pandji.

Alasan lain, lanjutnya, selebaran tentang pembelian tanah yang disebarkan LSM itu dinilai sudah mengganggu dan tidak benar. Gugatan perdata sudah masuk ke pengadilan, kemarin.

Soal harga tanah

Pandji juga membantah tuduhan bahwa PT CEP membeli sebagian tanah warga lebih dari Rp 45.000 per meter persegi. Semua tanah yang dibeli PT CEP dalam rangka pembebasan lahan dihargai Rp 45.000 per meter persegi. Jumlah itu 15 kali lipat dari harga nilai jual obyek pajak yang hanya Rp 3.000-Rp 5.000 per meter persegi. "Jika ada bukti transfer dengan nilai lebih dari itu, itu merupakan pembayaran kelebihan tanah," katanya.

Sa'adi pun tidak tinggal diam. Sa'adi malah sudah melaporkan PT CEP ke Kepolisian Resor Cirebon dengan tuduhan kasus penipuan terhadap warga dan pemalsuan akta notaris. Namun, hingga kini laporan tersebut belum dilimpahkan ke kejaksaan. "Jika saya sekarang diperkarakan, saya akan kembali ke polres dan meminta agar aduan saya segera direspons," ujarnya.

Konflik antara warga dan PT CEP mengenai pembebasan tanah sudah berlangsung setahun lebih. Meski kini pembangunan PLTU sudah berjalan di atas tanah yang dibeli dari warga, warga tetap berdemo menuntut persamaan harga tanah, yakni Rp 90.000 per meter persegi. (NIT)

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook