Alpen Steel | Renewable Energy

~ Krisis Listrik Di Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah

Sehari, Listrik Padam 16 Jam

Warga Palu Hadiahi General Manager PLN Lilin

Palu, Kompas - Pemadaman listrik selama 16 jam sehari di Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sepekan ini kian menyengsarakan warga. Hal itu dinilai tak manusiawi karena mengabaikan hak warga dan mengganggu belajar para siswa.

Menyikapi kondisi itu, Rabu (12/5) malam, puluhan warga dan jurnalis mendatangi Kantor PT PLN Cabang Palu. Aksi dilakukan dengan berjalan kaki sekitar 1 kilometer sambil membawa lilin. Awalnya aksi dilakukan jurnalis. Namun, saat di tengah jalan, puluhan warga yang mengaku sudah muak dengan pemadaman 16 jam ikut bergabung.

Sebagian warga lainnya berdiri di pinggir jalan dan ikut menyambut aksi ini dengan melontarkan kecaman kepada PLN. Di halaman Kantor PLN, warga dan jurnalis peserta aksi menyampaikan pernyataan sikap, lalu menghadiahkan lilin kepada General Manager PLN Cabang Palu I Nyoman Sujana.

Krisis listrik berkepanjangan di Kota Palu dan sekitarnya menyebabkan pemadaman bergilir terjadi hampir setiap hari sepanjang tahun. Dimulai pemadaman lima jam sehari, lalu delapan jam, dan sepekan ini 16-17 jam. Polanya, padam delapan jam, menyala delapan jam, dan mati lagi delapan jam kemudian.

Misalnya, setelah pemadaman pukul 16.00-00.00, listrik lalu menyala lagi hingga pagi, dan padam lagi pukul 08.00-16.00, demikian seterusnya. Pemadaman malam hari dikeluhkan warga karena putra-putri mereka tidak bisa belajar dengan baik menghadapi ulangan semester.

Nyonya Selvi (38), warga Jalan Rajawali, Palu, mengakui, aktivitas keseharian hampir lumpuh akibat pemadaman ini. ”Bayangkan kalau pemadaman dari pukul 16.00 hingga dini hari. Air sulit diperoleh, pakaian kotor menumpuk, dan uang habis untuk beli lilin. Anak-anak juga tidak bisa belajar. Padahal, sekarang mereka harus lebih banyak belajar untuk persiapan ulangan. Sekarang ini listrik yang kami bayar bukan hidupnya, tetapi padamnya,” kata ibu tiga anak ini.

Pembangkit diperbaiki

I Nyoman Sujana dalam penjelasannya mengatakan, pemadaman saat ini akibat kekurangan daya hingga lebih dari 25 megawatt (MW). Hal itu terjadi karena Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mpanau tidak beroperasi menyusul stok batu bara belum tiba. Saat ini pun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Silae sedang dalam pemeliharaan.

Beban puncak di Palu dan sekitarnya 49-50 MW. Selama ini listrik disuplai dari PLTU sebanyak 25-27 MW dan sisanya dari PLTD 22 MW. PLTD dioperasikan PLN, sedangkan PLTU adalah perusahaan pembangkit listrik kerja sama Pemkot Palu dan swasta. Tidak beroperasinya PLTU dan pemeliharaan di PLTD membuat daya listrik yang tersedia sekitar 20 MW.

PLTA Asahan III

Sementara itu, di Sumatera Utara, PLN akhirnya memutuskan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan III pada tahun ini. Meskipun izin lokasi belum diberikan Gubernur Sumut, PLN tetap akan menggelar prakualifikasi tender pembangkit listrik berkapasitas 2 x 87 MW itu mulai Juni 2010.

Direktur Utama PLN Dahlan Iskan di Parapat, Sumut, Kamis (13/5), menyebutkan, hingga saat ini gubernur belum resmi memberi izin lokasi pembangunan PLTA Asahan III kepada PLN. Namun, PLN tidak ingin mengambil risiko terjadi kem- bali krisis listrik di Sumut tahun 2013. (ren/bil)

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook