Alpen Steel | Renewable Energy

~ Tarif Listrik Regional Perlu di Dukung Kaltim

Kaltim Dukung Tarif Listrik Regional

Pemerintah pusat tengah mengkaji kemungkinan pemberlakuan tarif dasar listrik (TDL) secara regional (per wilayah). Sejumlah kepala daerah di Kaltim menyambut baik rencana ini, karena bisa menjadi solusi alternatif mengatasi krisis listrik di masing-masing wilayah. 

Walikota Balikpapan, Imdaad Hamid menilai, dengan tarif regional pemda  bersama PLN bisa mengelola kelistrikan sesuai dengan kebutuhan daerah tersebut. "Tanpa ada subsidi dari pemerintah pusat maka kebijakan pemda dan PLN bisa memberlakukan tarif tanpa ada campur tangan dari pemerintah pusat, seperti PDAM-lah," kata Imdaad,  

Bahkan menurut Imdaad, di Balikpapan sudah dibicarakan rencana menggandeng pihak swasta  untuk  penyediaan pasokan demi mengatasi krisis listrik di Balikpapan. "Itu sudah lama dibicarakan di Balikpapan. Tetapi untuk  mewujudkannya terkendala dengan kebijakan pemerintah pusat.  Karena menurut aturan, kebijakan listrik nasional diatur oleh negara," paparnya.

Dengan tarif regional, investasi untuk mengatasi krisis listrik regional lebih jelas. "Hitungan ekonominya bisa diatur masing-masing daerah. Apabila setiap kota mampu menyediakan listrik dengan baik maka tidak menutup kemungkinan muncul kota-kota baru. Karena orang tertarik (berinvestasi) ke sebuah kota disebabkan listriknya," kata Imdaad.

Pengaruh lain kata Imdaad, pertumbuhan ekonomi kota akan semakin baik. "Pemerataan pembangunan akan teratur," urainya. Imdaad yakin kebijakan TDL regional tetap membantu pemerintah pusat karena pembelian BBM tetap memakai harga nasional.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutim, Isram Noor, menilai rencana memberlakukan tarif listrik regional sebagai sebuah terobosan baik. Hanya saja, menurutnya diperlakukan regulasi lanjutan seperti seperti batasan dan kepastian kewenangan daerah dalam penentuan TDL.

"Itu terobosan yang bagus tapi mestinya kewenangan dan lain-lainnya juga diserahkan kepada daerah," ujar Isran melalui pesan singkat lewat ponselnya, Rabu (12/11) kemarin.      

Menurutnya, jika daerah tidak diberikan kewenangan secara maksimal maka terobosan untuk menerapkan TDL tidak akan berjalan efektif, bahkan bisa saja blunder kepada pemerintah daerah. "Intinya kalau mau bagus daerah harus diberikan kewenangan," katanya.

Imbangi Tarif dengan Layanan
Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen ESDM J Purwono, mengemukakan , nantinya, tarif regional disesuaikan dengan biaya penyedia listrik di masing-masing wilayah. Dengan begitu, peluang tarif bakal lebih mahal dengan kebijakan tarif listrik regional memang terbuka. Karena itu, Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mustaqim MZ, menekankan, PLN harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan.

"Artinya antara tarif dan pelayanan harus berimbang. Jangan sampai nanti tarif naik tapi ternyata pelayanan tetap tidak memuaskan. Masih terjadi pemadaman di mana-mana. Yang jelas Pemkab PPU sangat mendukung rencana itu," jelas Mustaqim, Rabu (12/11).

Mustaqim menambahkan dengan adanya rencana tarif listrik regional, PLN juga harus membuka pemasangan jaringan listrik baru kepada warga yang masuk daftar tunggu. "Kalau nanti seperti di Tarakan kan bagus. Tidak terjadi pemadaman dan kapan saja warga bisa menyambung jaringan listrik baru," katanya.

Senada, Walikota Bontang Andi Sofyan Hasdam, juga menunjuk Kota Tarakan yang telah menerapkan tarif dasar listrik regional, untuk dijadikan pembelajaran bagi daerah lain. Ia pun menekankan, adanya perbedaan harga antara tarif dasar listrik nasional dengan tarif dasar regional harus dibarengi dengan jaminan kualitas pelayanan PLN yang optimal.

"Misalnya ketika ada tarif regional, (apakah) PLN berani menjamin tidak ada pemadaman listrik. Lebih mahal sedikit tidak apa-apa daripada sering byarpet," ujarnya.

Ia menjelaskan, investasi PLN di daerah dengan tarif dasar listrik nasional kemungkinan besar merugi, sehingga PLN cenderung tidak akan berinvestasi. "Kalau PLN tidak berinvestasi menyediakan listrik, masyarakat juga bisa rugi," katanya.

Namun, ia mengingatkan pemberlakuan tarif dasar listrik regional harus dipertimbangkan bersama oleh seluruh Kepala Daerah se Kalimantan Timur. "Ini harus ditimbang-timbang. Tidak bisa kita langsung mengatakan iya atau tidak tidak," ujarnya.

Sementara itu, Walikota Tarakan Jusuf SK, menilai pemberlakuan tarif dasar listrik per wilayah tidak bisa dilakukan secara keseluruhan di Kaltim. Ia mencontohkan untuk jaringan Balikpapan-Samarinda-Kukar bisa dilakukan satu jaringan. Namun untuk wilayah lain seperti Tarakan yang pulau dan telah memberlakukan TDL Lokal tidak bisa disamakan dengan daerah lain.

"Pemberlakuan TDL regional tentu harus disesuaikan dengan karakteristik kabupaten/kota yang ada. Dengan demikian sangat sulit diterapkan jika TDL diterapkan sama untuk seluruh Kaltim yang memiliki luasan satu setngah kali pulau Jawa," ujarnya.

Bupati/Walikota Berkewenangan Beri Izin
Permberlakuan tarif regional, menurut Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen ESDM J Purwono, memang sangat membutuhkan peranan pemerintah daerah. Sebab pemda nantinya akan diberikan kewenangan besar menangani soal kelistrikan.

"Peranan bupati/walikota misalnya diberi kewenangan izin sendiri soal kelistrikan seperti untuk hotel dan sebagainya. Dulunya kan izinnya harus dari pusat," kata Purwono.

Untuk jangka panjang, Purwono mengatakan pemerintah akan menerbitkan rencana jangka panjang kelistrikan nasional yang teknisnya akan dijabarkan PT PLN. "Diantaranya apakah proyek kelistrikan nanti dikerjakan PLN atau swasta," jelasnya.

Saat ini TDL masih ditetapkan secara nasional tidak berdasarkan jenis pembangkitnya (PLTA, PLTU, PLTG, dan sebagainya) melainkan berdasarkan golongan tarif/kelompok pelanggan.

Biaya yang harus ditanggung pelanggan listrik tak hanya biaya dari subsistem pembangkitan dan transmisi melainkan total biaya dari biaya pokok produksi 

pembangkitan rata-rata ditambah biaya penyaluran dan distribusi.

pembangkitan rata-rata ditambah biaya penyaluran dan distribusi.

Kompas/P Raditya Mahendra Yasa

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook