Alpen Steel | Renewable Energy

~ Menuju Swasembada Listrik di Kalsel

Kalsel Menuju Swasembada Listrik

AKHIR-AKHIR ini kita sering mendengar keluhan warga tentang listrik yang padam. Hal ini pastinya amat mengganggu aktivitas kesehariannya.

Listrik kini memegang peranan yang amat penting dalam kehidupan sehari-hari. Hampir seluruh aktivitas yang kita lakukan bergantung pada listrik, sehingga apabila terjadi anomali pada penyediaan energi itu, kita akan merasa terganggu.

PT PLN merupakan BUMN yang bertanggung jawab dalam hal penyediaan energi listrik di Indonesia. Namun, ironisnya berbagai persoalan masih membelit perusahaan itu, baik teknis maupun nonteknis.

Persoalan nonteknis dapat berupa manajemen yang kurang baik dan sulitnya mendapatkan dana untuk mengembangkan usaha.

Sementara permasalahan teknis antara lain kurangnya kapasitas atau kemampuan (daya) yang terpasang. Hal itu dikarenakan minimnya jumlah pembangkit serta bahan bakar yang digunakan untuk menghidupkan pembangkit tersebut, di samping faktor kerusakan pada jaringan listrik.

Secara ekonomi, diketahui bahwa keadaan seimbang (equilibrum) hanya dapat tercapai apabila jumlah permintaan dari konsumen listrik (demand) dapat dipenuhi oleh kapasitas daya listrik yang dihasilkan oleh PLN (supply).

Nah, berangkat dari pemikiran tersebut, hal utama yang menjadi permasalahan kelistrikan di negeri ini adalah pemenuhan ketersediaan energi listrik. Sebab listrik bukanlah energi primer yang langsung dapat dimanfaatkan, melainkan konversi dari bentuk energi yang lain.

Di sisi lain, kita patut bersyukur, bahwa Indonesia khususnya Kalimantan Selatan telah dianugerahi kekayaan alam yang berlimpah terutama dalam hal energi. Batu bara menjadi primadona dari wilayah ini dan berpotensi untuk dikonversi menjadi energi listrik melalui Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Memang, di daerah Asamasam, Kabupaten Tanahlaut telah berdiri PLTU, namun dalam perkembangan wilayah Kalsel yang dinamis saat ini, kemampuan PLTU Asamasam untuk memenuhi kebutuhan warga Kalselteng akan energi listrik dirasa sangat kurang. Terlebih apabila ada kerusakan atau pemeliharaan rutin pada mesin PLTU, maka pemadaman bergilir sudah pasti menjadi agenda rutin.

Hal itu tentu tidak dapat kita biarkan terus menerus, karena di samping mengganggu
aktivitas, pemadaman juga mempercepat kerusakan alat-alat yang menggunakan energi listrik.

PLN juga tidak dapat terus memainkan cerita lama, melakukan pemadaman bergilir untuk menutupi kekurangan pasokan daya listrik. Kita semua harus mencari terobosan alternatif untuk menuntaskan permasalahan itu.

Di lain pihak, aktivitas pertambangan batu bara, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan ternyata sebagian besar dikuasai oleh pengusaha asing yang berorientasi profit (untung) dari kegiatan usahanya.

Pertanyaan yang muncul sekarang, dapatkah kita sinergiskan peranan pemerintah pusat, yang diwakili oleh PLN, pemerintah daerah Kalimantan Selatan dan pengusaha batu bara dalam permasalahan penyediaan energi listrik?

Jawabannya, tentu saja bisa. Asalkan ada komitmen serius dan usaha yang sungguh-sungguh, maka Kalsel tidak akan kekurangan pasokan energi listrik. Langkah yang dapat ditempuh antara lain:

Pertama, pemerintah pusat dalam hal ini PT PLN mengupayakan pembangunan kembali infrastruktur kelistrikan berikut jaringannya di wilayah ini. Memberikan insentif yang menarik agar pengusaha batu bara tertarik menjamin ketersediaan bahan bakar untuk pembangkit listrik.

PLN juga pastinya diuntungkan, sebab tidak dibutuhkan biaya transportasi yang besar jika dibandingkan pembangkit di Jawa yang harus mendatangkan batu bara dari Kalimantan.

Kedua, pemerintah daerah dapat berperan mempersiapkan lahan sebagai lokasi pembangunan pembangkit listrik dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan energi listrik yang baik dan benar.

Ketiga, bagi pengusaha batu bara kesempatan itu amat baik untuk meningkatkan citra perusahaan di mata publik. Saatnya berpikir untuk tanggung jawab sosial yang lebih besar, sebab wilayah cakupannya lebih luas dengan cara berperan serta dalam penyediaan bahan bakar untuk pembangkit listrik.

Keempat, selaku konsumen listrik kita dapat ikut ambil bagian dengan menggunakan energi listrik secara cermat, tepat dan hemat. Selain itu diperlukan juga kesadaran kita untuk aktif menjaga jaringan listrik. Jangan melakukan tindakan kecurangan seperti mencuri listrik.

Jikalau harapan itu terwujud, insya Allah Kalsel mampu berswasembada listrik, bahkan tidak mungkin dapat ‘menerangi’ wilayah di sekitarnya.

Hal itu juga menimbulkan efek domino, sebab jaminan ketersediaan energi listrik merupakan salah satu prasyarat tumbuhnya investasi. Dengan adanya investasi, roda perekonomian akan bergerak, yang nantinya membuka lapangan kerja dan kesempatan berusaha. Pada akhirnya hal itu akan meningkatkan pendapatan masyarakat, sehingga terciptalah kesejahteraan di Kalimantan Selatan.

Kalsel bisa berswasembada listrik, asal kita semua mau berusaha dan bekerja sama. Mari kita terapkan prinsip berpikir global, bertindak lokal. Kita bisa, Kalsel mampu.

* Staf BBPOM di Banjarmasin

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook