Alpen Steel | Renewable Energy

~ Indonesia Perlu Beralih Ke Energi Alternatif

Energi Alternatif Jadi Mutlak

Batu Bara dan Minyak Bumi Masih Sangat Mendominasi

Birr, Kompas - Indonesia harus mulai mengembangkan energi alternatif selain batu bara dan minyak bumi untuk membangkitkan listrik. Jika terlalu bergantung pada dua jenis energi itu, Indonesia akan mendapat masalah besar dalam penyediaan listrik.

Pembangkit listrik tenaga nuklir di Penly milik Electricite de France yang punya unit produksi masing-masing 1.300 MW. Sekitar 85 persen pembangkit listrik di Perancis menggunakan energi nuklir.

Demikian diungkapkan Dr Michael Ladwig, Technical Director Plant Business Alstom Power System, pekan lalu di Birr, Swiss. ”Saya tidak terlalu banyak mengenal negeri Anda. Tapi yang saya tahu, Indonesia sangat bergantung pada batu bara dan bahan bakar fosil (minyak solar) untuk membangkitkan listrik. Pada masa mendatang, situasi ini sangat berbahaya dalam kaitan penyediaan listrik,” papar Ladwig.

Menurut Ladwig, Indonesia harus bergerak lebih cepat untuk mengembangkan energi-negeri alternatif guna membangkitkan listrik selain batu bara dan bahan bakar fosil. ”Tak ada satu energi pun yang bisa mengatasi masalah secara paripurna. Tiap negara punya kombinasinya sendiri. Namun, Indonesia seharusnya punya banyak alternatif energi, seperti tenaga panas bumi, angin, panas matahari, dan energi nuklir,” ujar Ladwig.

Ladwig lebih jauh menuturkan, negara-negara di Eropa barat kebanyakan memang menggunakan nuklir sebagai energi utama untuk membangkitkan listrik. Perancis, misalnya, 85 persen pembangkit listriknya menggunakan energi nuklir dan sisanya dengan kombinasi berbagai energi. ”Saya tahu, masyarakat Indonesia masih menolak penggunaan energi nuklir. Saya tak mau berkomentar. Di satu sisi, penggunaan energi nuklir memang punya risiko tinggi. Seperti kalau kita mengendarai mobil di jalan raya, di sana ada bahaya. Namun, apakah kita akan berhenti naik mobil karena di jalan raya berbahaya?” ujar Ladwig.

Menurut catatan Kompas, energi primer yang disiapkan untuk membangkitkan listrik tahun 2008 masih didominasi oleh batu bara (58 persen) dan minyak bumi (20 persen). Adapun sisanya gas (16 persen), panas bumi (7 persen), dan air (4 persen).

Dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) disebutkan, hingga tahun 2015, Indonesia membutuhkan tambahan pasokan listrik sebesar 35.000 megawatt (MW). Adapun proyek 10.000 MW yang disasar kelar tahun 2009, seluruhnya mengandalkan batu bara sebagai bahan bakarnya. (joy)

Sumber:

cetak.kompas./energi.alternatif.jadi.mutlak


  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook