Alpen Steel | Renewable Energy

~ Harga CPO Merangkak Naik

Harga CPO Mulai Bergerak Naik

Harga minyak sawit mentah di, pasar dunia mulai naik, dipicu permintaan dunia untuk keperluan biodiesel. Situasi itu menepis kecemasan be-berapa kalangan di awal tahun ini yang memperkirakan harga CPO masih akan tertekan. Harga CPO diperkira-kan bisa mencapai 1.600 ringgit (389 dollar AS) per ton.

Ketua Harian Gabungan Peng-usaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Derom Bangun di Jakar­ta, Selasa (7/3), mengatakan, pe-nurunan produksi sudah terjadi pada November-Desember tahun lalu. Pasar tidak langsung me-respons ketika itu, namun penu-runan produksi baru direspons pada bulan Januari.

"Saat itu terdapat permintaan cukup besar, sementara produksi tidak bertambah sehingga harga mengaJami kenaikan. Saat ini ba-nyak permintaan untuk biodiesel. Saya memperkirakan kenaikan akan terus berlanjut sampai Ap­ril," kata Derom.

Laporan dari Departemen Per-tanian Amerika Serikat (LJSDA) juga menyebutkan kenaikan per­mintaan minyak sawit mentah (CPO) oleh pasar dan penurunan produksi juga membuat harga na­ik selama bulan Februari. Aki-batnya, harga CPO di salah satu bursa CPO, yaitu di Kuala Lum­pur, Malaysia, naik dari 1.398 ringgit per ton pada Januari men-jadi 1.445 ringgit per ton pada bulan Februari. Harga pada bulan Februari itu merupakan harga rata-rata tertinggi bulanan pada tahun 2005-2006 ini.

Derom mengatakan, ada ke-cenderungan harga akan naik pa-da beberapa bulan ke depan. La­poran dari lembaga internasional juga menyebutkan hal yang sama.

CPO diperkirakan akan diper-dagangkan pada harga 1.400 ring­git hingga 1.600 ringgit. Sejumlah analis menyebutkan harga akan mencapai 1.600 ringgit pada awal April tahun ini.

Meski demikian, kenaikan har­ga tidak terjadi di dalam negeri akibat menguatnya rupiah terha-dap dollar AS.

Biodiesel

Derom mengatakan, kenaikan harga itu dipicu oleh penggunaan CPO untuk biodiesel di Belanda. Saat ini sejumlah pembangkit di Belanda mulai beroperasi. Di sisi lain, Jerman yang menggunakan canola untuk biodiesel terpaksa juga menaikkan impor CPO un­tuk menggantikan canola sebagai minyak konsumsi.

Permintaan akan mengalami kenaikan juga akibat pembebasan kuota oleh China . Negara ini ter-masuk salah satu importir CPO yang terbesar.

Sementara itu laporan penu­runan produksi terjadi di Malay­sia juga mengakibatkan pening-katan harga. Produksi Januari ta­hun ini lebih rendah 19 persen dibanding produksi pada bulan yang sama tahun lalu. Penurunan produksi terjadi akibat rendah-nya produktivitas tanaman sejak November tahun lalu.

Kemungkinan penurunan pro­duksi masih akan terjadi karena

dugaan fenomena La Nina yang menyebabkan hujan yang lebat akan terjadi dalam waktu dekat. Akibatnya, banjir bisa merusak perkebunan.

Belum mencemaskan

Kenaikan permintaan CPO un­tuk biodiesel belum mencemas­kan kalangan pengusaha minyak goreng di dalam negeri. Mereka memperkirakan penggunaan bio-disel di dalam negeri baru akan terjadi beberapa tahun ke depan. Meski demikian perlu diantisi-pasi.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indone­sia Thomas Darmawan menga­takan, sampai saat ini pengguna­an CPO untuk biodiesel di Indo­nesia tidak secepat di negara ma-ju. "Permintaan CPO untuk mi­nyak goreng masih kompetitif di Indonesia . Produksi minyak go­reng tidak terganggu. Apalagi kita cenderung mengarahkan jarak untuk biodiesel," katanya.

Meski demikian, fenomena ini perlu diantisipasi. Problem yang dihadapi bila permintaan CPO untuk biodiesel dan minyak go­reng naik adalah pengembangan lahan, bibit dengan produktivitas tinggi, dan suku bunga bank.

"Kalau biodiesel sudah komer-sial dan pemerintah sudah me-ngeluarkan standar penggunaan bahan-bahan untuk biodiesel, maka persaingan penggunaan CPO akan terjadi," ujar Thomas.

Thomas berharap departemen terkait mengantisipasi perminta­an komoditas yang dikonversi menjadi bahan bakar alternatif seperti singkong, tetes, dan CPO. Begitu biodiesel sudah kompe­titif, maka penggunaan energi itu akan cepat berkembang. (MAR)

JAKARTA , KOMPAS
Sumber : Kompas
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook