Alpen Steel | Renewable Energy

~ Minimnya Pasokan Listrik Masih Terjadi

Krisis Energi, Listrik Tetap Minim hingga Tahun 2009

Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sri Mulyani Indrawati memperingatkan, minimnya pasokan listrik masih akan terus terjadi setidaknya hingga Oktober 2009. Pasalnya, pada periode 2008 hingga Oktober 2009, pasokan listrik dari Perusahaan Listrik Negara atau PLN masih akan terus bermasalah karena tidak bisa mengejar meningkatnya kebutuhan konsumsi listrik.

Selain itu, penyelesaian proyek 10.000 megawatt (MW) diperkirakan membutuhkan 36 bulan, dihitung dari saat ini.

Berbicara di Jakarta, Selasa (8/7), Sri Mulyani menambahkan, keterbatasan pasokan listrik itu disebabkan, antara lain dalam sepuluh tahun terakhir tidak ada investasi pembangkit listrik baru. Akibatnya, penambahan pasokan listrik kalah cepat dibandingkan pertumbuhan permintaannya.

”Pertumbuhan ekonomi dalam beberapa triwulan ini terus meningkat dan terus berada di level 6 persen. Itu menyebabkan permintaan atas listrik meningkat. Kondisi ini tidak diimbangi dengan kecepatan membangun pembangkit baru,” ujarnya.

Atas dasar itu, Sri Mulyani menekankan, hanya ada dua kemungkinan langkah yang bisa dilakukan dalam memperbaiki pasokan listrik. Pertama, menambah pasokan. Kedua, mengurangi permintaan listriknya.

”Jadi, mari kita lihat semua masalah ini secara konstruktif. Sektor industri perlu menyesuaikan permintaan listriknya dengan melihat sisi biaya, melihat kontraknya seminimal mungkin,” ujar Sri Mulyani.

Dengan pemutusan arus listrik secara bergilir, yang berlaku mulai 11 Juli 2008 di wilayah Jabodetabek, pelaku industri perlu menyesuaikan kebutuhan listrik dan ekspansinya.

Makin berat

Wakil Direktur Utama PLN Rudiantara menyebutkan, biaya operasional PLN sangat dipengaruhi pergerakan harga minyak mentah dunia. Itu disebabkan batu bara, sumber pembangkit listrik utama saat ini, dipatok mengikuti harga minyak.

Setiap peningkatan harga minyak mentah 1 dollar AS per barrel, biaya produksi PLN bertambah Rp 600 miliar setahun. Saat ini basis pembelian batu bara PLN mengikuti harga minyak mentah Indonesia (ICP) 95 dollar AS per barrel.

Rata-rata ICP hingga awal Juli 2008 sudah mencapai 109 dollar AS per barrel atau 14 dollar AS di atas asumsi awal. Akibatnya, hingga Juli 2008, beban biaya produksi PLN diperkirakan sudah melonjak Rp 8,4 triliun. Jumlah ini akan semakin tinggi jika basis penghitungannya menggunakan harga minyak mentah yang saat ini sudah meroket ke level 146 dollar AS per barrel.

Mulai berdampak

Ketidakmampuan PLN memenuhi permintaan listrik yang makin tinggi mulai berdampak di sejumlah daerah. Seperti halnya Jakarta dan sekitarnya yang bakal terkena pemutusan arus listrik, warga Jambi juga mulai mengeluhkan pemadaman listrik yang hampir terjadi setiap hari, rata- rata selama enam jam. Industri rumah tangga tak dapat beroperasi secara maksimal karena arus listrik selalu putus.

Di Palembang, sejumlah pengelola hotel juga meradang karena frekuensi pemutusan arus listrik semakin tinggi dalam sepekan terakhir. Hal ini menimbulkan kerugian, seperti kerusakan barang elektronik.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Wiryanti Sukamdani di Solo menyatakan, pemadaman listrik sangat merugikan bisnis perhotelan. Bagi bisnis perhotelan, listrik adalah bahan baku untuk proses produksi.

Wiryanti menambahkan, situasi ini sangat memalukan, apa- lagi Indonesia sedang menggelar program Visit Indonesia 2008.

 

Jakarta, Kompas -

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook