Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pemprovsu Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur

Pemprovsu Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur dan Krisis Energi Listrik

Kaukus DPR dan DPD RI dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan krisis energi listrik.

Demikian disampaikan Ketua Kaukus DPR-DPD RI Rambe Kamarulzaman dari daerah pemilihan Sumut kepada wartawan, Selasa (12/6) malam, di Gedung MPR/DPR RI.

 

Menurut Kamarulzaman, lambannya pembangunan infrastruktur menjadi kendala
terhambatnya pertumbuhan perekonomian di Sumut. Bahkan krisis energi listrik yang berkepanjangan bukan tidak mungkin investor luar enggan menanamkan modalnya. Untuk itu Kaukus DPR-DPD RI, meminta pemerintah pusat memperhatikan kondisi yang dialami di Sumatera Utara.

 

“Kita akan mendesak presiden dan wakil presiden dan kementrian terkait untuk lebih memperhatikan permasalahan yang terjadi di Sumut.

 

Apalagi Sumatera Utara sebagai kota besar ketiga di

Indonesia pembangunannya jauh tertinggal dengan daerah-daerah lainnya,” cetus politisi dari Fraksi Partai Golkar itu.

 

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Kaukus DPR-DPD RI Yopie S. Batubara, keterbatasan dana adalah penyebab tertinggalnya pembangunan. Bahkan, kata Yopie, kurang ketersediaannya energi listrik menjadi persoalan utama bagi masyarakat Sumut.

 

Ditambah lagi Sumut termasuk provinsi terparah di

Indonesia akibat kurangnya pasokan listrik. “Kita akan fokuskan permasalahan yang berlarut-larut ini dan mendesak pemerintah pusat tidak apriori untuk perkembangan daerah Sumut,” tandas anggota DPD RI itu.

 

Yopie juga menyayangkan, kondisi pembangunan Proyek PLTP Sarulla yang mengalami stagnasi berkepanjangan. Sesuai dengan surat PLN No. 01440/125/DIRUT/2006 tanggal 5 Desember 2006 tentang Status dan Tindak Lanjut Penanganan PLTP Sarulla menyampaikan bahwa pihak PLN telah membatalkan PT. Geo Dipa Energi sebagai pemenang tender dan sekaligus menetapkan rangking kedua yaitu Konsorsium Medco Ormat Itochu sebagai pemenang tender PLTP Sarulla dan penandatanganan Dokumen Pengalihan dan Amandemen Kontrak antara PLN, Pertamina dan Konsorsium  diharapkan dapat dilakukan pada bulan Maret 2007.

 

“Namun hingga kini proyek tersebut tidak berjalan. Hal ini membuat masyarakat terus-menerus mendesak kelanjutan proyek tersebut bahkan mengarah kepada penekanan maupun bentuk ancaman kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dan meminta agar PT. Unocal North Sumatera Geothermal (UNSG) berupaya untuk lebih intensif melakukan Renegoisasi harga dengan pihak PT. PLN (Persero) agar kelanjutan proyek tersebut dapat terealisasi,” kata Yopie lagi.

 

Pada kesempatan yang sama Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Utara RE Nainggolan mendukung langkah kaukus

DPR-DPD RI mendesak pemerintah pusat guna terwujudnya pembangunan di Sumut. Diharapkan pembangunan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sarulla dapat secepatnya dilaksanakan mengingat proyek ini sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi pembangunan ekonomi masyarakat Sumatera Utara secara umum dan Tapanuli Utara secara khusus.

 

“Masyarakat terus menerus mendesak kelanjutan proyek tersebut. Kaena mereka rela melepaskan hak atas tanah seluas 104 ha dan membangun jalan sepanjang *+* 15 Km  dan jembatan sepanjang 35 M serta menerima kehadiran proyek tersebut dengan baik,” ungkap Nainggolan.

(iws)

 Jakarta ( Berita )

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook