~ PLN Atasi Krisis Energi Nasional

Peringatan Hari Listrik Nasional, PLN Atasi Krisis Energi Nasional

Upaya mengatasi krisis energi listrik nasional, Perusahaan Listrik negara (PLN) untuk sistem jaringan Jawa-Bali, telah mencanangkan program percepatan produksi energi sebesar 10.000 Mega Watt.  Upaya percepatan produksi energi tersebut juga didukung dengan penambahan unit produksi baru yang saat ini tengah dibangun di PLTU Tanjung jati B Jepara.

Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 st1\:*{behavior:url(#ieooui) } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

 Krisis energi yang selama ini menjadi kekhawatiran masyarakat, terutama bagi kalangan industri, telah menjadi isu nasional yang perlu segera dicari solusinya. Akibat dari krisis energi tersebut, PLN sempat melakukan pemadaman bergilir di beberapa kota besar.

Terkait dengan persoalan tersebut, PLN sebagai satu-satunya perusahaan yang menyediakan energi listrik di Indonesia ini telah mengantisipasi adanya krisis energi nasional dengan mencanangkan program percepatan produksi energi sebesar 10.000 mega watt untuk sistem jaringan Jawa - Bali. Hal tersebut disampaikan oleh Humas PT. PLN pembangkitan PLTU Tanjung Jati B Jepara, Dewanto, saat peringatan Hari Listrik Nasional, Selasa (27/10) di PLTU tanjung Jati B.

Dalam mengatasi krisis energi listrik Nasional ini, PT PLN telah berusaha untuk melakukan terobosan, agar Indonesia tidak terjadi krisis dan tidak ada lagi pemadaman bergilir. Dalam sistem jaringan Jawa Bali ini, beban puncak kebutuhan energi listrik mencapai 17.000 Mega Watt. Untuk mensuplai kebutuhan energi listrik tersebut, sestem jaringan Jawa Bali mempunyai beberapa pembangkit, salah satunya PLTU tanjung Jati B Jepara.

PLTU Tanjung Jati B yang mempunyai dua unit pembangkit, saat ini mampu menyuplai kebutuhan energi listrik sebesar 9 % dari total kebutuhan energi di Jawa - Bali.
Untuk menambah kapasitas produksi, PLTU Tanjung Jati B saat ini juga tengah menambah dua unit pembangkit baru, yakni unit 3 dan 4 yang direncanakan beroperasi pada tahun 2012.

Sementara itu, sebagai bentuk komitmen PT. PLN PLTU dan seluruh mitra kerja, terutama PT. SCJO sebagai pihak pengelola proyek ekspansi, PLTU Tanjung Jati B telah melibatakan sumber daya lokal sebagai pekerja di proyek tersebut. Dalam pencapaian progress pembangunan tersebut, telah terserap sejumlah 2.411 tenaga kerja yang terdiri dari 49,15 persen dari tenaga kerja lokal Kabupaten Jepara, dimana sebesar 31,85 persen berasal dari Kecamatan Kembang. Dengan rincian, 18,17 persen dari penduduk desa Tubanan, dan 8,83 persen dari penduduk desa Kaliaman.

(Ardiansyah)

 

Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum