Alpen Steel | Renewable Energy

Duh, Pemadaman Listrik Sampai Akhir Tahun

Pengoperasian kembali Gardu Induk Cawang Baru dan Gardu Induk Kembangan yang rusak karena terbakar pada beberapa waktu lalu diperkirakan rampung awal tahun 2010. Ini berarti pemadaman listrik bergilir di Jakarta masih akan terus berlangsung hingga akhir tahun 2009.


Hal tersebut diungkapkan General Manager Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang PT PLN (Persero) Purnomo Willy di Jakarta kemarin. Ia memperkirakan, pada awal Januari 2010 kondisi kelistrikan di Jakarta akan kembali normal. "Dengan perbaikan yang tengah kami lakukan ini, maka baru pada akhir Desember atau sekitar bulan Januari 2009 kondisi pasokan listrik di Jakarta bisa pulih," ujarnya.

Menurut Purnomo sebenarnya proses perbaikan trafo yang terbakar di Gardu Induk Cawang Baru sudah rampung pada akhir Oktober 2009 ini. Namun, pihaknya belum bisa mengoperasikan trafo yang sudah selesai diperbaiki tersebut sebelum datangnya Gas Isolated Line (GIL) atau media isolasi pengaman yang akan didatangkan dari Jepang dan Perancis. Selain itu, juga masih ditunggu kedatangan trafo cadangan dari Jawa Timur.

"Trafo cadangan yang kita siapkan akan diangkut dengan kapal laut dari Surabaya akhir Oktober. Karena ukurannya sangat besar, maka tidak mudah membawanya, dan butuh waktu sebulan untuk mengangkutnya sampai ke Gardu Induk Cawang," ujarnya.

Purnomo menjelaskan, untuk peralatan infrastruktur GIL yang diimpor dari Jepang dan Perancis tersebut, ia memperkirakan baru akan masuk ke Indonesia pada akhir November 2009. "Rencananya baru peralatan sambungan isolasi gas itu akan masuk ke Indonesia pada akhir November ini. Jadi bila ditambah dengan proses pemasangannya, saya harapkan Januari 2010 bisa dioperasikan dan pasokan listrik jakarta akan kembali normal," ungkapnya.

Menurut Purnomo sembari menunggu datangnya peralatan GIL dan trafo cadangan itu pihaknya akan maksimalkan proses perbaikan saat ini. Ia mengatakan peralatan impor GIL ini juga ditunggu oleh Garu Induk Kembangan, Jakarta Barat, yang terbakar pada Minggu (27/9) lalu. Meski trafo cadangan seharga Rp 70 miliar itu sudah tersedia dan berada di Gardu Induk Kembangan, Jakarta Barat, untuk pengoperasiannya masih membutuhkan adanya peralatan GIL tersebut sebagai media isolasi pengaman tegangan dengan tabung trafo.

Menurutnya sejumlah wilayah yang mendapatkan pasokan dari Gardu Induk Kembangan dan Gardu Induk Cawang Baru membuat beban di wilayah tersebut memang meningkat. Akibatnya pemadaman yang tadinya 3-4 hari sekali kini menjadi 2 hari sekali untuk wilayah Jakarta. "Ini memang konsekuensinya karena rusaknya dua Gardu Induk kami pada saat bersamaan. Sebelumnya saya minta maaf kepada semua pelanggan," ujar Purnomo.

Menurut Purnomo untuk menutup defisit pasokan listrik sebesar 150 MW untuk wilayah Jakarta dan Tangerang, PLN mengalihkannya dengan pasokan listrik dari PLTGU Tanjung Priok, Gardu Induk Sistem Bekasi dan Gardu Induk Sistem Depok. "Kita juga sedang menghitung dan terus berupaya mencari pasokan dari sistem lain untuk mengurangi frekuensi pemadaman," ujarnya.

Purnomo mengatakan dalam dua sampai tiga hari terakhir ini tingkat pemadaman di wilayah yang padam akibat terbakarnya Gardu Induk Cawang mulai berkurang. "Sekarang pemadamannya kembali tiga hari sekali lagi seperti sebelumnya di di wilayah Cipinang, Manggarai, sebagian Mampang dan Kuningan. Kita berharap wilayah pemadaman akan terus berkurang dan menyempit," kata Purnomo.

Sementara itu, Manajer Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) PT PLN Jawa Bali Nur Pamudji mengatakan, PLN amat terbantu dengan dukungan BPPT dalam memberikan investigasi dan rekomendasi untuk datangya media isolasi pengaman sambungan atau GIL yang didatangkan dari Jepang dan Perancis.

Ia mengatakan manuver jaringan yang sudah dilakukan PLN selama 3 hari terakhir ini dari PLTGU Tanjung Priok, Gardu Induk Bekasi dan Depok sudah mulai menunjukkan hasil dengan kembali berkurangnya frekuensi pemadaman listrik dan cakupan wilayahnya semakin menyempit.

Laporan wartawan WARTA KOTA Budi Malau

JAKARTA, KOMPAS.

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook